The Unexpected

aa35

Source: Mojarto.com

 

I am walking in a foggy road
With a hand of a trusty man and God’s voice
But, it’s too unclear to lived
And i’m start shaking

“God…”

I call Him
I call Him because i’m too affraid to see the road

I don’t want to see that man’s face
A man who hold me tight
I can’t face him in this condition
I buried my face in his arms
I’m afraid
But, i can’t let his hand apart from mine

He hold it tighter
He said to me, “Trust me.”
I still don’t want to see his smiley face
Then, he take me even farther

I start to realize
One thing i should do is
To listen in His voice and still walk to face the storm with this guy

Storm will always there, even hurricane
But, we must keep moving

Yes, i should be afraid
No, i should not need to stop

God’s voice is never failed. But, He doesn’t promise it will be easy to be passed
Hold on!

I know your deeds. See, I have placed before you an open door that no one can shut. I know that you have little strength, yet you have kept my word and have not denied my name. – Revelation 3:8

We Are God’s Poem

9d92633483dcab784ee9dc8e51c17030

Source: Pinterest

 

Berapa banyak dari kamu yang pernah dikatakan jelek, dijauhi karena tidak pintar, nggak punya teman karena tak punya orangtua yang lengkap atau karena warna kulitmu berbeda dengan warna kulit teman-temanmu?

Hal ini jelas mengarah pada pembulian. Data KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menunjukkan terdapat peningkatan jumlah anak sebagai pelaku kekerasan (bullying) di sekolah dari 67 kasus pada 2014 menjadi 79 di tahun 2015.

Pembulian terhadap orang lain kerap dianggap wajar terjadi di lingkungan sekitar kita, tapi tahukah kamu kalau hal ini adalah penghilangan identitas terhadap seseorang? Identitas yang jelas kita miliki, yang sudah diberikan oleh pencipta kita sejak kita masih ada di dalam kandungan?

Beberapa hari yang lalu ketika mengikuti chapel pagi, salah satu teman saya menceritakan tentang identitas.

Efesus 2:10 (TB)
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Setelah membacakan ayat ini, kami semua diajak untuk membuka versi bahasa Inggris dari ayat ini.

Ephesians 2:10

For we are God’s handiwork, created in Christ Jesus to do good works,which God prepared in advance for us to do. (NIV)

Kata God’s handiwork atau workmanship berasal dari bahasa Yunani “POIEMA”, kata ini menjadi akar kata “Poem” atau sajak;syair dalam bahasa Indonesia.

Sajak atau syair biasa digunakan atau diciptakan untuk menyampaikan hal-hal yang indah. Ini adalah karya alami yang akan tercipta ketika kamu sedang merasakan jatuh cinta. So, you should know that you’re beautiful because you’re created by God’s love.

How magnificent to think that we are “God’s POEM, created for good works in Christ”, each with our own rhythm and cadence, a work of art by a Master Artisan. – Pinterest.

Tuhan menciptakan setiap kita dengan keunikan masing-masing. Kita ini adalah blue print nya pencipta kita, yaitu Dia. And that’s our identity. Kita semua adalah ciptaan yang indah dan berharga.

ef5d010b61266e8d281367d68cacbef7

Namun, identitas kita yang luar biasa ini seringkali dirusak oleh LABEL yang diberikan orang lain pada diri kita.

Kamu nggak bisa! Nggak mungkin kamu bertahan! Kamu bodoh! Kamu berbeda! Kamu nggak punya masa depan! Kamu anak yang kacau! Kamu nggak akan bisa begini begitu ini dan itu… silakan tambahkan sendiri daftar yang mungkin pernah kamu terima atau kamu katakan pada orang di sekitarmu.

Abaikan kata-kata di atas!

For now, i wanna tell you that we’re precious.

Jangan pernah rusak gambar diri kamu, identitas kamu, bahkan masa depan kamu hanya karena apa kata orang.

Beberapa saat mengikuti chapel, teman yang lain kemudian bercerita tentang seorang anak berusia 25 tahun yang mengalami pelecehan seksual sejak ia kecil. Awalnya ini hal ini hanyalah kesalahpahaman di keluarganya, namun kabar ini pun menyebar dengan cepat karena ia tinggal di sebuah daerah yang kecil. Ia pun menjadi bahan bully oleh teman-teman di sekitarnya dan berujung pada pemerkosaan yang sebenarnya yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga anak ini.

Sejak saat itu, ia pun kehilangan jati dirinya.

Akibatnya, setiap kali ia menjalin hubungan ia merelakan dirinya menjadi pelampiasan yang katanya cinta. PSK, inilah kata yang selalu ada di kepalanya. Beberapa kali menjalin hubungan ia selalu melakukan hubungan seksual karena yang ia tahu ia adalah seorang PSK.

Dari luar, anak ini terlihat kuat dan tegar. Ia bahkan rajin melakukan pelayanan di tempat ibadah. Tetapi, rantai ini tak pernah lepas darinya. Dia tersiksa. Jika hal ini tidak diselesaikan, bisakah kalian bayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya? Pada masa depannya? Pada anaknya kelak? Yaa… ini akan menjadi satu lingkaran yang tak akan pernah putus. Ia akan melampiaskan rasa amarahnya, rasa kecewanya pada generasi selanjutnya, dan seterusnya.

Kamu yang membaca tulisan ini bisa jadi adalah korban atau pelaku dari kegiatan “Penghilangan Identitas” ini. Yuk, bantu dirimu sendiri dan orang-orang di luar sana dengan tidak sembarangan memberikan LABEL.

Saya menulis hal ini karena saya pernah mengalaminya dan saya pun berhasil lepas dari LABEL yang selama ini dikatakan orang pada saya. Saya adalah korban dan saya berhasil melewati hal ini. Kalau saya berhasil, kenapa kamu tidak?

First of all, hal yang bisa kamu lakukan adalah mengakui semua kesalahan yang sudah kamu lakukan akibat pemberian label yang orang lain lakukan. Apapun itu, sebutkan satu-satu di hadapan Tuhanmu.

Second, MAAFKAN DIRIMU SENDIRI. Ini perlu kamu lakukan sebelum kamu menjalani proses memaafkan orang lain. Ini yang saya lakukan. Ketika saya tahu saya bersalah, saya mengakui apa yang pernah saya lakukan, saya kemudian memaafkan diri saya dan kembali menyadari bahwa saya adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa.

GUE UNIK DAN GUE BLUE PRINTNYA TUHAN!

I praise you because I am fearfully and wonderfully made;
your works are wonderful, I know that full well. – Psalm 139:14 (NIV)

Next, bangun kembali hubungan yang sudah jauh dengan penciptamu, sadari bahwa kamu adalah ciptaan Dia yang jelas diciptakan INDAH dan LUAR BIASA. Kembali belajar mencintai dirimu dan penciptamu.

Margaret Maxwell, istri dari John Maxwell seorang motivator terkenal berkata, “Tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.”

Ingat, hati dan kebahagiaanmu akan terpenuhi secara utuh kalau kamu dekat-dekat dengan sumbernya. Teman, sahabat, pacar, bahkan orang tuamu sekalipun nggak akan pernah bisa memberikan kamu kebahagiaan yang utuh karena mereka pun seorang manusia.

Temukan kembali identitasmu yang hilang karena kita adalah ciptaan Tuhan yang indah dan diciptakan untuk menyebarkan keindahanNya.

 

 

Xox,

Ninta.

Be Still.

WhatsApp Image 2017-04-08 at 6.52.09 PM.jpegBe still = Diam = Bergeming.

Dalam hal ini, diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Diam berarti tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri, melepaskan semua kata “Tapi,”, dan membiarkan Tuhan mengambil kendali atas pikiran dan hati kita.

Ketika bicara tentang HARUS DIAM, rasanya mudah, ya. Tapi, praktiknya? LUAR BIASA.

Berbagi pengalaman aja, dalam membangun relasi bersama @haricahyadi_ it’s really not easy. We’ve met by God’s voice (people said that it’s supranatural things. Uncommon) and we still learn about one each other. Bcz of that, kami memutuskan untuk benar-benar dengar-dengaran sama maunya Tuhan, yang ketemuin kita.

Setiap hari, kita berdua sama-sama mendoakan tentang hubungan ini dan bertanya sama Tuhan tentang apa yang harus kami bereskan atau apa yang harus kami ceritakan saat kami telponan di malam hari. Sampai pada suatu hari kami bicara tentang pekerjaan.

At one point, Ninta ada di dalam kondisi AMBISIUS dalam sebuah hal mulai mengatakan “Tuhan, gini ya. Plannya adalah bla bla bla. 1, 2, 3.” as always, plan plan and plan. Dan menarik kesimpulan tanpa mau tahu apa sih yang Dia mau.

I take control of everything. Then, when we pray about that, entah kenapa saya merasa bahwa hal ini nggak berjalan lancar. Hal ini nggak membawa sukacita baik buat saya atau pun dia. AKHIRNYA MEMUTUSKAN KEMBALI UNTUK BERDIAM.

Tarik napas, buang napas “Jadi Tuhan, maunya gimana?”

Tawar menawar pun dimulai sampai akhirnya Tuhan hancurkan semuanya dan saya kembali tenang. After that, saya bicara sama dia tentang apa yang saya pikirkan dan saya terima dari Tuhan. Saya benar-benar merendahkan hati saya untuk menerima semua yang akan dia katakan dan saya juga benar-benar hati-hati dengan setiap kalimat yang saya akan utarakan.

Sejak siang hari, saya udah bilang sama dia nanti malam tolong ingatkan kalau saya mau bicara hal penting tentang “How God Lead Me To Find A New Job”. Percayalah, pembahasan kami tidak seberat itu, tapi entah kenapa Tuhan selalu buka hal baru setiap hari supaya saya dan dia saling belajar.

Malamnya, saya cerita panjang lebar sampai akhirnya saya bilang, “Kakak paham?” then, saya tanya sama dia tentang hal yang pernah kita bicarakan. Betapa kagetnya saya kalau ternyata dia sebetulnya tidak memiliki hati yang full pada apa yang kami (means saya) bicarakan. Oh, God! Please lah Ninta!

Akhirnya, dia bilang semua yang ada di pikiran dia tentang hal tersebut. Di satu sisi memang dia setuju, tapi di sisi lain ternyata ada hal yang memang sudah dititipkan Tuhan sama dia dalam pekerjaan yang saat ini dia lakukan.

WHAT??!

CAN YOU IMAGINE IF I”M NOT TAKES TIME TO PRAY AND COMMUNICATE WITH HOLY SPIRIT? Saya hanya akan membawa hubungan ini sesuai maunya saya. Bukan maunya Tuhan. Saya akan merusak visi nya Tuhan untuk dia yang harus dijalani melalui pekerjaan dia yang sekarang. Hmmmhh…

Saat berdoa dan berusaha melepaskan kekang yang saya pegang, memberikan semua kertas plan yang sudah saya atur ke Tuhan itu nggak gampang. Tapi, Tuhan bilang sama saya, “Kalau kamu mau ikut rencana Ku, semua akan baik-baik saja. Nurut deh!”

Nah, perencanaan yang saya buat ini sejujurnya dilandasi oleh rasa takut atau cemas saya. Nggak banget, kan? Iya.

Dari sini saya kembali belajar benar-benar bahwa melibatkan Tuhan dalam membangun relasi itu bukan hal yang sepele. Ini wajib!

Pelajaran lain adalah, semua hal yang berkaitan dengan perencanaan kita kalau kita serahkan sama Tuhan pasti akan mendatangkan kebaikan. Tapi, kalau semua yang kita lakukan itu nggak sesuai sama rencana Tuhan pasti cuma akan membuat kita gelisah. Bisa jadi nggak dapat dukungan dari orang sekitar. Bahkan, bisa-bisa kita memilih menjauh dari suara Tuhan karena yang kita mau dengar adalah suara kita sendiri.

Nggak kebetulan ayat Perjamuan Kudus minggu kemarin adalah…

Mazmur 32:8

“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh. Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”

The question is…

Bagaimana caranya kita bisa mendengarkan suara Tuhan kalau kita nggak ambil waktu untuk DIAM?

Ps:
Saat kita ada dalam sebuah masalah, DIAMLAH! Be Still.
Diam bukan berarti badai nggak datang. Tapi, ketika badai terjadi KEPUTUSAN apa yang kita ambil? Kita yang mengendalikan masalah atau masalah yang mengendalikan kita. (JC)

So, be still!

Hyeong!

my_annoying_brother-p1

Hyeong! (My Annoying Brother)

Belajar itu bisa dari mana saja, bahkan dari film Korea.

Judulnya Hyeong! – My Annoying Brother. Film ini sebenarnya bergenre komedi, tapi entah sihir apa yang dipakai sutradaranya menjadikan film ini benar-benar mengena di hati. Dalam film ini diceritakan Go Doo Sik yang diperankan Jo Jung Suk merupakan seorang penipu yang telah masuk penjara untuk beberapa lama. Ia akhirnya mendapatkan keterangan bebas bersyarat karena berhasil menipu petugas dengan alasan ia harus merawat adiknya, Go Doo Young yang diperankan oleh EXO member, D.O.

Go Doo Young sebelumnya adalah seorang atlet nasional Korea yang karena kecelakaan saat bertanding harus kehilangan penglihatan seumur hidup. Sejak saat itu ia mengalami depresi dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Selama kakaknya tidak di sampingnya, ia sesekali dirawat oleh pelatih judonya yang diperankan Park Shin Hye sebagai Lee Soo Hyun.

Apa yang menarik dalam film ini? Nilai kehidupan apa, sih, yang bisa diambil selain menikmati akting dari dua aktor tampan ini?

Begini, dalam sebuah scene Go Doo Sik yang ingin adiknya kembali menikmati dunia luar akhirnya membawa Go Doo Young berjalan-jalan ke sebuah mal untuk berbelanja baju baru. Saat di toko, Go Doo Young yang buta ditabrak oleh seorang ahjussi (om-om) dan hal ini berujung pada perkelahian antara Go Doo Sik dan ahjussi itu. Karena mengalami cedera, akhirnya mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit sampai melakukan pemeriksaan MRI.

Awalnya, ini adalah adegan penipuan untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi, tak lama pihak rumah sakit kembali memanggil Go Doo Sik untuk menyampaikan hasil pemeriksaan yang menyatakan ia menderita kanker pankreas. Di saat yang bersamaan, pelatih judo Go Doo Young sedang membujuknya untuk kembali berlatih dan bertanding namun untuk atlet disabilitas. Tetapi, karena malu dan depresi, ia terus menolak.

Tak ingin adiknya gagal kedua kalinya dan menyadari waktu hidupnya tak lama lagi, Go Doo Sik pun membujuk Goo Do Young untuk kembali berlatih dan bertanding. Sebagai perjanjian, Go Doo Young akan ditanggung dan dirawat oleh pelatihnya dan negara.

Secara pribadi sempat berpikir, jika saya menjadi Go Doo Sik, saya juga akan sangat marah. Kenapa baru saja keluar penjara, baru saja bisa hidup bebas, baru kembali memperbaiki hubungan dengan adik, justru harus menghadapi penyakit seperti ini dan hanya memiliki waktu hidup selama 3 bulan.

Faktanya:

  1. Selama Go Doo Sik kabur dari rumah, ternyata kedua orang tuanya sangat mengharapkan ia kembali. Tapi, hal ini merupakan hal yang justru menyiksa Go Doo Young karena ia akhirnya tidak bisa pergi ke pemandian karena kedua orang tuanya hanya mau ke sana jika Go Doo Sik ada. Goo Do Sik yang baru tahu tentang hal ini pun merasa menyesal.
  2. Ternyata, mereka berdua adalah kakak adik tiri di mana konflik keluarga mereka tidak sesederhana itu.
  3. Go Doo Young sangat depresi bahkan “membusuk” di rumah, tetapi kehadiran kakaknya yang sangat mengganggu hidupnya tanpa disadari membawa senyumnya kembali dan membawa kepercayaan dirinya untuk kembali menjadi atlet. Hal ini karena Go Doo Sik selalu berkata ia tidak akan pernah meninggalkan Go Doo Young. Ia mengatakan bahwa ia adalah mata untuk Go Doo Young.
  4. Selama Go Doo Young berlatih dan bertanding, Go Doo Sik memperbaiki rumah mereka sehingga Go Doo Young tidak terluka saat berada di dalam rumah tanpa dirinya. Ia mengganti semua perabot rumah untuk menjaga keamanan adiknya.
  5. Go Doo Sik yang tidak pernah mau mengunjungi makam ayah ibunya, akhirnya datang dan mengadu tentang keadaannya. Ia pun berdamai dengan ayah dan ibunya.
  6. Go Doo Young memenangkan juara judo di Olimpiade Rio 2016 karena berjanji membawa emas untuk kakaknya.

Oke. Sampai saat ini sudah banyak adegan yang aku bocorkan. Sorry 😀

Kesimpulannya, this movie is really heart-warming and touching. Dalam hidup ini kita nggak pernah tahu sampai kapan kita hidup. Tetapi, saat kita hidup apakah kita memanfaatkan waktu kita dengan baik dengan menjadi dampak untuk sekitar kita atau justru menyia-nyiakannya?

Waktu terus berjalan, misi di dalam hidup kita pun harus diselesaikan. Ketika sudah selesai, maka kita pun akan kembali pada pencipta kita.

Go Doo Sik, walaupun ia mantan penipu dan masih memiliki niat jahat akhirnya berubah dan berusaha mengubah hidupnya untuk kehidupan adiknya di masa depan. Dia tidak lagi memikirkan diri sendiri. Dengan ‘kesombongan’nya, ia menumbuhkan kembali rasa percaya diri pada adiknya. Dia menyelesaikan dendamnya pada kedua orang tuanya. Ia pun bekerja sama dengan pelatih judo adiknya, bahkan memberi pekerjaan orang lain (scene ini rahasia).

Go Doo Young, yang tadinya terpuruk akhirnya berhasil bangkit kembali bahkan menjadi pemenang Olimpiade dunia. Ini semua karena sosok seorang kakak yang tanpa sengaja harus kembali hadir dalam kehidupannya. Yang tadinya putus asa karena jangankan untuk berlatih, berjalan dari dapur hingga ke kamar pun ia tidak bisa dan selalu jatuh atau tertabrak. Pada akhirnya, ia pun menjadi atlet unggulan untuk kelas disabilitas.

Lee Soo Hyun, tadinya memandang Go Doo Sik sebelah mata bahkan mengatakan hal yang tidak baik. Namun, ketika melihat bagaimana Go Doo Sik menyayangi Go Doo Young, ia pun berubah. Kalimat yang paling mengena adalah, “Untuk mendapatkan tangan Go Doo Young aku harus melepaskan semua yang ada di tanganku,”. Adegan ini merupakan pengorbanannya sebagai seorang pelatih.

Pendeta, penjual mie, tetangga. Perannya mungkin tidak menonjol, tetapi, ia pun mendapatkan dampak atas kehidupan singkat Go Doo Sik setelah keluar dari penjara. Ia memiliki hidup yang lebih baik dari sekadar pendeta gadungan.

Go Doo Sik mungkin hanya memiliki tiga bulan masa hidup setelah keluar dari penjara. Dia nggak sempurna. Masa lalunya buruk. Dia bisa saja menutup diri dan kabur meninggalkan adiknya, kalian juga bisa berpikir “Yah, namanya juga skenario…” Tapi, sekali lagi pikirkan sejenak, setiap manusia memiliki tujuan penciptaannya sendiri.

Mungkin, kita tidak berhasil dalam pekerjaannya, mungkin kita adalah orang yang tidak terpandang, tetapi berapa banyak orang yang berubah karena keberadaan kita adalah warisan yang paling berharga.

THE BEST LEGACY A MAN CAN LEAVE BEHIND IS THE PEOPLE WHOSE LIVES HE’S CHANGED – JR

Warisan terbaik seseorang dapat tinggalkan adalah berapa banyak orang yang hidupnya dia ubahkan – JR

Enjoy the OST MV here .

Xox,
Ninta.

 

White Shoes and Its Story

wp-image-36422426jpg.jpg

“Tuhan. Pengen punya sepatu putih, deh. Tapi…”

Ini adalah kalimat pertama pada putaran pertama ketika mengelilingi fashion store andalan. Setiap kali jalan-jalan dan melihat sepatu putih, sebenarnya pengen, tapi… dalam hati langsung ingat kebutuhan bukan keinginan. Akhirnya, bisa kembali biasa aja.

Saking kepinginnya, sempat foto pakai sepatu putihnya teman. Bagus! Setiap jalan-jalan pasti mampirin toko sepatu yang sama untuk memastikan sepatu yang seperti itu masih ada atau sudah tidak keluar lagi.

Lewat beberapa waktu, tiba-tiba dapat berkat yang bisa banget untuk membeli sepatu semacam itu, bahkan bisa untuk membeli dua pasang sepatu. Tapi, apa mau dikata keadaan finansial yang tidak memungkinkan membuat aku memilih untuk menggunakannya untuk bertahan hidup di bulan Desember.

Yup, December is a gift day. December is a dinner time with many. December is a special month. So, i just make my self wiser.

Then, berkali-kali mengunjungi tokonya dan kepikiran pengen punya sepatu macam itu. Sampai waktu keliling, di antara berbagai jenis sepatu putih itu, ada yang harganya terjangkau. Tapi, ukurannya terbatas dan tinggal sedikit.

Entah bagaimana, di malam Christmas Dinner bersama Sudirman Park 7, hadiah yang aku dapatkan adalah voucher dari grup fashion store tempat sepatu itu berada. Menghitung bujet pun, sangat cukup untuk mendapatkannya.

Memang, prinsip dari awal sudah dibangun, “Kalau itu memang buat aku, pasti akan tersedia. Kalau pun nggak, berarti nanti ada yang lain yang lebih pas.”

Keesokan harinya, tanpa ragu-ragu langsung menuju toko yang dimaksud dan memilih ukuran. Seperti yang sudah aku bilang, kalau memang ada yang cocok ya berarti itu memang untukku. Sebelum memutuskan coba lihat sepatu yang putih juga dengan merek dan di toko yang berbeda. Ujung-ujungnya, kembali ke pilihan pertama yang memang pas ukurannya, pas di kaki bentuknya, pas harganya, paass semuanya!

Girang!
Cuma itu yang bisa diungkapkan. Thank you, Lord, untuk hadiah natalnya.

I always believe that He always know what BEST for us.

The best time, the best look, the best thing, and else. Hang on. Hold on! He know what BEST for us.

Selalu Ada PesanNya

067456a9323faee284df6d9b11d74ccf

“Hayati lelah, Tuhan!”

Entah siapa itu Hayati, tapi namanya kerap disebut-sebut saat kita merasa kelelahan. Sejujurnya beberapa waktu ke belakang adalah minggu yang benar-benar melelahkan secara fisik dan juga mental. Kemudian, secara sadar benar-benar merindukan waktu untuk duduk diam, menikmati suara Tuhan, membaca firman dalam waktu yang lama. Merindukan waktu untuk menulis apa yang dirasakan, dialami, dan menyalurkan “kegelisahaan” yang kalau tidak ditulis tidak akan membuat tidur saya tenang.

Suka sok bertanya-tanya “kapan punya waktu diam begini sama Tuhan, bisa merenungkan firmanNya?”. Kedengarannya rohani banget! Padahal, di lain sisi saya rasa ini hanya alasan karena tidak menyediakan waktu untuk diam dan dengar Dia mau bilang apa karena terlalu lelah. L.E.L.A.H.

Kemarin, setelah mempersiapkan cue card dan rundown untuk event di hari Sabtu nanti, terpaksa pulang jam 21.30 WIB. Dalam hati sudah bilang mau nyusul komsel, tapi di sisi lain “Hayati lelah, Tuhan.” dan mulai menimbang-nimbang.

Akhirnya…memutuskan untuk pesan kendaraan dan menempuh perjalanan menuju tempat komsel. Dalam hati ada yang bicara kalau Dia mau menyampaikan sesuatu yang harus saya dengarkan, that’s why saya harus datang.

Sampai di sana, hanya dapat setengah firman yang sejujurnya nggak tahu juga itu DL (Date leader)nya lagi bahas yang bagian mana.

Saya mulai mendengar dari bagian perempuan yang dengan imannya menyentuh jubah Yesus lalu sembuh. Kemudian janda yang mengalami mujizat anaknya dibangkitkan, dan akibatnya berubah pula semua aspek dalam hidupnya. Sebelumnya sudah pernah dengan pembahasan luar biasa tentang janda ini melalui A. R. Bernard. Bagaimana Tuhan bekerja itu nggak pernah setengah-setengah. Ketika Dia menyelesaikan masalah kita, Dia akan menyelesaikan semuanya secara sempurna. Tapi, kita yang nggak bisa melihat secara keseluruhan apa yang Ia kerjakan, namun yang bisa kita lakukan hanya percaya bahwa Allah masih dan tetap bekerja.
Kemudian pembahasan berlanjut tentang Gideon di kitab Hakim-hakim. Actually, ini adalah salah satu kitab favorit saya karena banyak warriors di dalamnya.

Hakim-hakim 7: 2-3
…”Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau… maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu …lalu pulanglah dua puluh ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang…

Dalam pasal ini diceritakan bagaimana bangsa Midian menjajah bangsa Israel. Gideon sendiri awalnya datang bersama tiga puluh dua ribu rakyatnya untuk berperang, namun Tuhan menyisihkan mereka hingga tiga ratus orang. Bukan masalah kuantitas, Tuhan benar-benar melihat kualitas mereka. Kemudian, mereka pun pergi berperang dengan jumlah yang sangat kecil dan menang.

First, saya langsung ingat dengan salah satu scene dalam film Hacksaw Ridge yang diperankan oleh Andrew Garfield. Bagaimana dengan jumlah tentara yang tersisa dapat memenangkan pertempuran tanpa ada satu pun yang terluka di akhirnya. Semua terjadi karena mereka menunggu Desmond Doss (Andrew Garfield) selesai mendoakan mereka. Secara logika, ini jelas mustahil, tapi tahu sendiri kan kalau sudah Dia yang berperang?

Sometimes, i can’t imagine the way my God do the “silly” things to our rival.

Di dalam ayat 21 dikatakan “tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.” Pada ayat selanjutnya bahkan cerita semakin seru. Tapi, pada akhirnya nama Tuhan yang dimuliakan melalui Gideon dan 300 orang yang berperang bersamanya.
Kemudian, pembahasan berlanjut lagi ke ayat ini,

Yosua 4: 23-24
Sebab Tuhan, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyebrang… supaya SEMUA BANGSA di bumi tahu, bahwa KUAT TANGAN TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada Tuhan, Allahmu…

Di dalam pasal ini dijelaskan bagaimana Tuhan memakai Musa yang gagap dan juga Yosua memimpin bangsanya menyeberangi sungai Yordan. Lagi-lagi dengan kekuatan Tuhan, air sungai pun dibuat berbalik arah sehingga tidak sedikit pun mereka terkena air saat mereka menyeberang.

Dari cerita dan referensi ayat di atas, secara sadar, kembali diingatkan akan kekuatan Tuhan yang nggak ada tandingannya dan saya bukan apa-apa. Di postingan sebelumnya, saya juga menjabarkan bagaimana pekerjaan Tuhan luar biasa dan hal itu memberi dampak untuk banyak orang. Kemudian sekali lagi, mendapatkan pesan bahwa…

“Hei Nin, Dia yang atur kendali akan alur hidup kamu. Tugas kamu, hanya percaya, pasang kuping baik-baik, dengar-dengaran, dan dekat-dekat dengan Dia yang menjadi sumber kekuatan.”

Capek, sih! Tapi, tahu siapa sumber kekuatan kita dan tahu Dia akan bekerja menangani semuanya secara keseluruhan, membuat saya tetap bisa menjalani hari-hari dengan sukacita (walau pedih…).

Dari dulu sampai kapan pun, Tuhan Yesus itu gitu, nggak berubah. Suka banget menggunakan orang-orang yang dikucilkan, orang-orang yang dipandang sebelah mata sama orang lain, orang-orang yang dianggap nggak bisa apa-apa untuk jadi alatNya. Karena dengan demikian, banyak orang akan melihat pekerjaanNya yang luar biasa dalam hidup orang yang dipakainya. Dan hendaknya nggak ada seorang pun yang bermegah diri atas keberhasilannya. Ketika kita dipakai Tuhan, Dia ingin kita menjadi dampak buat orang lain. Orang lain lihat Tuhannya, bukan kitanya. Bukan kita.

KENAPA?

Supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan Tuhan, dan supaya mereka selalu takut kepada Tuhan, Allahmu.

Kuat tangan Tuhan, bukan kekuatanmu.

Karena Dia dapat mengatasi semua masalah. Lebih dari semua itu, mungkin saat ini kita nggak bisa lihat atau rasa campur tangan Tuhan, tapi teruslah percaya bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

He hasn’t finish yet, still believe because…

All we need is Jesus. 🙂

all-i-need-is-you-phone

Xox,
Ninta.