Daughter

88e7f7cd59be225b6255b0773b4584f3

Source: Pinterest

Sometimes, i feel sucks to be a daughter

I don’t have any power to make it double

It’s hard to be a daughter

When am being in trouble

And knowing that i’m alone

But, you know…

Daughter can make a trouble if she can’t handle herself

Daughter…

I should handle this and that

Everyone just look at me like am good in everyway

They don’t know what happend inside

The wave, the burden, the joy, the brokeness, the power that i should gain everyday

To make a day just a good day

I smile

I pray

I try to handle this like always

And throw away my true feelings to be a good daughter

Sometimes, i want to lay down and hug and tell that my day is hard

But, daughter can be like that

Cheer up, daughter!

I wish i can be a gloomy daughter for a while.

#amjusthuman

Advertisements

Intense

There’s an ocean i could dive in
Call me to search what he hide behind that wide smile

There’s a light i couldn’t stand

Teasing me to find out what he bury in his heart

There’s a magnet that makes me always staring him

Moved my heart to make his happiness my priority

Those eyes, so intense

I know i will always love it…

#amjusthuman

I Meet You In The Crowd

Suddenly, we met

It’s not take a long time to realize that I have falling for you

Season changes

We move

I’m with somebody else, either you

Laugh and tears

Hate and love

But, we stand still

Our lips make a so so talk

But, our eyes talking more than I miss you

It says

“Am sorry… I have to go…”

It says

“I don’t mean it. I’m into you…”

It says

“I don’t want to hurt you…”

And we keep talking like that

In our mind and soul

Without everybody know

And suddenly, i’m thinking about “When will I see you again?”

#amjusthuman

Perspective

1996b730eb36cc14afebdef737b2465d-339332109.jpg

Pinterest

I call it one, you call it two

It makes me separate from you

I look around, you look above

It makes us turn on and off

I think it’s big, you think it’s small

It also can’t be judgemental

We can see, we can talk, we can walk

But, you choose to go away from the clock

You’re lovely, but you told me that you’re lonely

Ding dong ding

I am here all alone…

#amjusthuman

Hated

Pinterest

Every people in this world have things to hated
Not because they want it

But, because the stories behind that thing

Some people hate bangs, because it makes them looks like their past

Some people hate music, because their father leave them to be a musician

Some people hate sun, because it remind them to their brokenness

Some people hate to smile, because they forget the last time they’re happy with their parents

Some people hate strawberry, because their mother told so

Some people hate water, because water take their brother

Some people hate happiness, because the last time they’re together they falling too deep

Some people hate yellow, because they live too long with the blue

They don’t want to, but they still do…

Sometimes it just came without any reason…

#amjusthuman

Apanya Yang Baik? Please, Lah!

“Good morning, everyone. Everything’s good????”
Dan dalam hitungan detik hampir semua orang di dunia ini bisa dipastikan akan menjawab, “Great. Luar biasa. Puji Tuhan. Alhamdulilah.”

Berapa banyak sih dari kamu mau menjawab dengan jujur tentang keadaan yang lagi kamu hadapi ketika pertanyaan itu datang tepat di depan mukamu yang sebenarnya mau senyum aja susah?

e5fba411fdf12d855add49e2df5fc1a7--one-word-truths

Source: Pinterest

 

Oo.. tunggu dulu, nanti kalau aku jawab jujur apa kata orang? Yah, apa kata orang nanti. Nah, sebelumnya saya mau sedikit mengingatkan untuk tulisan kali ini, tolong siapkan waktu dan pikiran yang agak lebih, ya. Karena akan sedikit berat dan bisa saja kamu ninggalin artikel ini di tengah jalan. Jadi, kalau nggak siap lebih baik tutup halaman ini sekarang. You choose ūüôā

Okei, jadi kamu memutuskan untuk lanjut membacanya sampai habis? Good then.

Lately, saya sendiri berada dalam keadaan yang nggak baik-baik banget juga, sih. Kalau ditanya kabarnya, ya sebisa mungkin menjawab sejujurnya. Masalah ini terjadi di banyak aspek, baik relationship, pekerjaan, pelayanan, dan banyak lagi. Terutama, my relationship with God. Hubungannya sih baik-baik saja, tapi sempat berada di masa-masa banyak pertanyaan yang nggak jelas.

Yup, setelah beberapa kejadian yang menurut saya nggak enak, banyak sekali pertanyaan yang muncul di dalam kepala saya. Bukan, bukan marah-marah dan merengek-merengek nggak jelas ke Tuhan gitu, tapi pertanyaan semacam… ya.. iya.. mungkin yang sekarang lagi ada di kepalamu saat membaca tulisan ini.¬†Then,¬†suatu hari waktu saya sedang pelayanan di¬†Women Conference, salah seorang sahabat saya menghadiahkan buku judulnya¬†You’ll Get Through This: Hope and Help for Your Turbulent Times – Max Lucado.

What? Orang ‘patah hati’ dikasi buku yang berat macam itu? Yeah… since that day i committed to read that book. Setiap 1 bab harus dihabiskan dalam 1 malam. Dan setiap malam pula saya benar-benar ‘belajar’.

Salah satu bab di dalam buku itu bilang sama saya, kalau saya (kamu juga) harus menaruh Allah di tengah kehidupan. Ini sama banget dengan kotbah Ps. Jose Carol – What To Do When We Don’t Know What To Do yang jadi salah satu kotbah pegangan saya. Keduanya sama-sama menjelaskan bagaimana kita harus meletakkan Tuhan itu jadi jembatan antara masalah dan hidup kita.

Nggak percaya? Coba ingat beberapa tokoh Alkitab yang kamu tahu dan ceritanya. Di buku yang saya baca, Yusuf menjadi tokoh utamanya. Kamu mungkin bisa pakai Ayub atau siapapun yang kamu tahu. Dijelaskan dalam Alkitab, pola seperti ini terus berulang:

Kejahatan. Allah. Kebaikan. 

Hidupnya Yusuf itu ‘drama’ banget! Ngalahin telenovela, sinetron India, atau pun drama Korea. Di awal, dia mengalami kejahatan seperti dikhianati, dijual, dibuang, nggak dipedulikan, dipenjara, dll (name it¬†with your problem now). Kemudian, dia membawa Allah dalam setiap masalahnya itu, ini merupakan perbuatan berserah dan bukan pasrah. Kenapa? Soalnya, Yusuf bisa aja lho nggak jadi¬†excellent ketika menghadapi masalah-masalahnya, tapi dia nggak memilih seperti itu. Dia tetap melakukan bagiannya dan Tuhan juga ngerjain bagian Dia. Dan dalam periode yang cukup lama semua rasa nggak enak yang dia alami menjadi kebaikan. Bahkan kebaikan untuk banyak orang.

Simpelnya, sama seperti waktu kamu naik pesawat. Kamu duduk, pakai¬†seat belt,¬†pesawat¬†take off dan perjalanan di mulai. Di tengah perjalanan, nggak diduga-duga kamu ngalamin turbulent.¬†Apa yang akan kamu lakukan? Ninggalin tempat duduk dan marah-marah ke pramugari atau pilotnya? Atau kamu terjun dari pesawat karena nggak suka sama keadaan itu? Deuh…

Satu-satunya yang bisa kamu lakukan saat itu adalah percaya pada pilot yang menerbangkan pesawatnya sampai waktu guncangan itu terlewati, kan? Beriman dan percaya sama Tuhan juga sama seperti itu.

Ps. Rick Warren bilang faith is not denying reality. Faith is facing reality without being discouraged by it.

 

Faith is facing reality without being discouraged by it.

 

Hmmm… lalu gimana dengan saya ketika menghadapi banyak kejadian kemarin? Sejujurnya, saya sempat nanya sama Tuhan apa saya masih beriman apa nggak. Rasanya masih kok, tapi kayak ada yang mengganjal di dada, ya? Dan beberapa kali beragam pertanyaan muncul di kepala saya. Dan pertanyaan-pertanyaan itu cukup berlebihan. Kenapa? Karena saya merasa panik dan mulai ‘goyang’. Semua¬†plan saya meleset, saya harus ubah semua dari nol. Saya harus¬†restore hati yang hancur, saya harus kembali menstabilkan keadaan sekitar saya, saya harus ini dan itu.¬†Too much to ask, too much to do, too much. Bleeh!

But, i’ve learnt that everything need process.¬†

Everything you are going through right now is to prepare you for everything you have asked for. – Ps. Sidney Mohede

 

Jadi, gimana dengan iman? Apa jangan-jangan saya mulai meragukan? Atau saya cuma terguncang aja sih. Jujur saya takut, lho waktu membayangkan ini. Rick Warren mengatakan bahwa Iman, Faith, Pistin/Pistis bukan berarti kita menolak keadaan terpuruk, sedih, dan selalu berkata “I’m good. I’m fine.”¬†tetapi bagaimana dalam masalah kita tetap maju dan nggak berkecil hati. Terus minta hati yang baru, hari yang baru. Fiuh…

Kenapa? Kok bisa? Okei, begini… Lagi-lagi ngutip kata-kata pastor, ya. Ps. Steven Furtick bilang karena Tuhan nggak pernah menciptakan penderitaan, tetapi Dia menggunakannya untuk mendevelop apa yang ada di dalam diri kita. Kehidupan kita. Ini asli bukan kebetulan,¬†this morning me and¬†my mom have a great chat and she has sent me a great story.

Ada seseorang yang menanam pohon jeruk Bali di Florida. Namun. dia kecewa karena pohonnya nggak berbuah banyak. Ia pun mencari tahu pada pakar perkebunan. Bapak ini mendapat saran untuk memukul batang pohon jeruk tersebut dengan sebuah papan beberapa kali. Faktanya, hormon yang mendorong pertumbuhan bunga di pohon itu terhambat, sehingga harus dibantu dengan cara dipukul hingga muncul memar di batang pohon tersebut.

Sekarang, kamu sedang merasa dipukul dari segala arah? Banyak pertanyaan yang muncul di kepalamu? Sakit, yaa.

Tapi ‘pukulan’ ini, lho, yang bisa merangsang pertumbuhan dalam diri kita. Syaratnya gampang, asal kita mengizinkan diri kita diproses untuk bertumbuh supaya menghasilkan buah yang lebih banyak. Coba bandingkan proses si jeruk itu dengan proses penanaman hingga panen anggur.

Terus, apa dong kuncinya biar bisa melalui ini semua? Kan nggak gampang katanya. Ini kuncinya,

2 Corinthians 4:18.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal.

 

Jadi, sudut pandang apa yang kamu lihat? Sudut pandang kamu sendiri atau sudut pandang Tuhan? Is it conflict or chance to grow? (Ps. Steven Furtick)

Salah satu panutan saya di gereja adalah Hana Carol. Dalam sebuah ibadah, dia pernah menyampaikan hal yang belum pernah ia ungkapkan di muka umum about her background. Kamu bisa cari kotbahnya dengan judul Reserved for A Purpose. 

Melihat bagaimana saat ini dia dan keluarganya bisa berbuah, mungkin banyak yang nggak menyangka perjalanan hidupnya seberat itu. Sedikit banyak saya bisa merasakan karena saya pun sempat dan pernah mengalaminya. Tetapi, dia sendiri dengan yakin mengatakan kalau Tuhan bisa membalikkan semua keadaan menjadi kebaikan.

Tuhan bisa membalikkannya menjadi kebaikan. I’m grateful that He never let me go.- Hana Carol

 

Coba ingat lagi apa yang saat ini sedang kamu hadapi, apakah keadaan itu datang dari luar atau diri kamu sendiri? Apa kamu ngerasa hancur? Apa kamu ngerasa kenapa hidup kamu musti kayak gini? Apa kamu ngerasa kenapa semua nggak berjalan sesuai apa yang sudah kamu rencakan? Apa kamu ngerasa sendirian? Ditinggalkan? Daaaaan lain-lain…

9670cba2fb39da70e187c6e3a4d05592--handwritten-quotes-jeremiah---calligraphy

Source: Pinterest

Come, fix your eyes. Seek Jesus. He is always willing to give us a new beginning.

Look into Jesus, seek His face, and you will find that everything is under His control.

Kejahatan. Allah. Kebaikan. RencanaNya dan caraNya nggak pernah salah, asal kita percaya dan mau melihat dari sudut pandang yang berbeda (reframing).

Xox,

Ninta

 

Ketika Kamu Menjadi Jawaban Doa

ab74b40b8392f678dd95c577a62f1a03--future-quotes-teen-quotes

Source: Pinterest

“Kamu adalah jawaban doaku…”

Apa yang kira-kira kamu rasakan dan pikirkan ketika seseorang mengatakan hal ini di depan matamu? Basi, klise, gombal, atau justru kamu merasakan joy yang nggak mudah kamu dapatkan?

Menjadi jawaban doa memang terdengar seperti bualan belaka atau sebuah kalimat klise yang biasanya kamu dengar dari pasangan kamu. Kebanyakan sih memang seperti itu. Tapi, beberapa hari yang lalu, saya benar-benar merasakan (kembali) apa artinya menjadi jawaban doa.

Awalnya, di hari itu memang saya harus ke ICE, BSD Tangerang, untuk menghadiri conference. Mumpung di BSD, entah kenapa saya ingin sekali menjenguk Oma dan keponakan yang memang tinggal di sana. Bertepatan juga saya ingin memberikan hadiah kecil pada kakak dan keponakan saya yang baru saja berulang tahun.

Long story short, saya datang membawa makanan kesukaan orang rumah. Namun, diluar dugaan ternyata Oma baru saja tertimpa musibah. Saya lihat Oma sedang bicara dengan salah satu anaknya yang juga datang ke sana. Saya sempat heran kenapa si Om ada di sana juga. Kakak dan Abang belum tiba di rumah, saya menghabiskan waktu untuk menemani keponakan saya bermain dan menyuapinya makan.

Malam itu saya hanya berpikir untuk datang dan bermain saja, tapi Tuhan selalu punya rencana. “Untung ada¬†auntie Ninin¬†datang, jadi Abel ada yang temenin main. Oma lagi lemes banget. Kasian Abel kalo nggak ada yang ajak main juga.” Siapa juga yang tahu kalau Oma sedang kena musibah, siapa juga yang tahu kalau di rumah si Abel nggak ada teman mainnya. Semua terjadi begitu saja (sesuai rencana Tuhan).

Kemudian, malam itu hujan turun sangat deras. Tadinya saya mau langsung pulang ke Jakarta namun saya memutuskan untuk menunda kepulangan saya dan menginap di sana. Kakak pulang sekitar jam 10, waktu kita makan¬†snack di ruang tamu dia bilang, “Tahu nggak, tadi aku pengen banget makan ini, trus ternyata kamu bawain ini ke rumah.” Then, lupa kalimat jelasnya dan kapan dia mengatakan, yang jelas dia bilang, “Kamu udah jadi jawaban doa tahu nggak? Sesimpel datang ke rumah dan bawain makanan ini.”

And my first reaction is jumping like a child! I jump and running to her and i hug her. I’m just too happy! This is joy.

Terkadang, kita terlalu sibuk mencari kebahagiaan di luar sana. Tanpa kita sadari kebahagiaan itu benar berasal dari dalam.

29a00cc0dc17ded393fbc6655f76b71f

Source: Pinterest

Oia, bicara tentang jawaban doa nggak semuanya hadir dalam bentuk yang menyenangkan, lho. Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan¬†insight dari Kak Christofer Tapiheru.¬†It’s a simple message¬†dan kita sudah sering banget mendengarkannya. Dia bercerita bagaimana kita sering meminta untuk menjadi sabar, untuk menjadi tekun, untuk menjadi bijaksana, dan hal-hal baik lainnya.

Lalu, tiba-tiba keesokan harinya kita mengalami¬†the worst day ever karena¬†mood kita dirusak sama orang yang bikin kita kesal. Kemudian, dengan santai kita bilang sama Dia, “Tuhan, tu orang nyebelin banget deh. Gengges banget. Rese’. Siapa juga yang bisa sabar ngadepin orang kayak dia?”

Eitsss… kemarin kayaknya ada yang baru saja berdoa untuk minta jadi orang yang lebih sabar.

You know, orang itu merupakan jawaban doa kamu. Dan hal ini juga berlaku untuk kamu yang mungkin menjadi jawaban doa seseorang yang sedang meminta kebijaksanaan atau kelemahlembutan.

 

Amsal 27:17

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Tapi, sudut pandang ini nggak bisa dilihat semua orang. Beberapa orang bahkan menganggap ini adalah kondisi yang ingin cepat-cepat mereka lalui. Kondisi yang bikin hidup mereka nggak nyaman.

Kamu baru bisa menganggap hal yang nggak menyenangkan ini menjadi jawaban doa atau sebuah pelajaran berharga, jika kamu benar-benar menyerahkan hidupmu ke Tuhan. Jika kamu meminta hati yang lembut untuk benar-benar tunduk terhadap otoritas Tuhan. Kalau nggak, ya kamu akan beranggapan kalau Tuhan nggak sayang sama kamu makanya kamu ngalamin hal ini. Kamu nggak pernah menganggap bahwa proses ini menguntungkan untuk kamu.

Oia, waktu kamu mengalami hal yang nggak menyenangkan ini juga nggak ada kaitan langsungnya dengan kesalahan atau dosa yang kamu perbuat. Terkadang, Tuhan hanya ingin memperbesar kapasitas kamu. Nggak percaya? Baca kitab Ayub. ūüôā

Mudah? Nggak.
Mendapatkan insight ini nggak semudah itu, butuh proses untuk mau tetap mengikuti rencana Tuhan yang nggak pernah kita mengerti.

Kesimpulannya menyenangkan atau pun tidak, Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menjadi jawaban doa. Asal mau dipakai dan menyediakan dirinya untuk dipakai. Simple yes to God may change everything.

Mungkin saat ini kamu lagi sedih, kamu lagi galau, kamu lagi nggak sabar, kamu lagi senang banget, kamu lagi berbunga-bunga. Tapi, apapun keadaan yang sedang kamu alami, tetap sediakan dirimu untuk mendengar dan bersedia dipakai Tuhan. Kamu nggak akan pernah tahu apa arti kehadiranmu untuk orang lain kalau kamu menutup telinga dan hatimu.

So, coba ingat-ingat lagi apakah kehadiranmu, hidupmu, dan apa yang kamu lakukan menjadi jawaban doa untuk orang lain? ūüôā

xox,

Ninta.