Ketika Kamu Menjadi Jawaban Doa

ab74b40b8392f678dd95c577a62f1a03--future-quotes-teen-quotes

Source: Pinterest

“Kamu adalah jawaban doaku…”

Apa yang kira-kira kamu rasakan dan pikirkan ketika seseorang mengatakan hal ini di depan matamu? Basi, klise, gombal, atau justru kamu merasakan joy yang nggak mudah kamu dapatkan?

Menjadi jawaban doa memang terdengar seperti bualan belaka atau sebuah kalimat klise yang biasanya kamu dengar dari pasangan kamu. Kebanyakan sih memang seperti itu. Tapi, beberapa hari yang lalu, saya benar-benar merasakan (kembali) apa artinya menjadi jawaban doa.

Awalnya, di hari itu memang saya harus ke ICE, BSD Tangerang, untuk menghadiri conference. Mumpung di BSD, entah kenapa saya ingin sekali menjenguk Oma dan keponakan yang memang tinggal di sana. Bertepatan juga saya ingin memberikan hadiah kecil pada kakak dan keponakan saya yang baru saja berulang tahun.

Long story short, saya datang membawa makanan kesukaan orang rumah. Namun, diluar dugaan ternyata Oma baru saja tertimpa musibah. Saya lihat Oma sedang bicara dengan salah satu anaknya yang juga datang ke sana. Saya sempat heran kenapa si Om ada di sana juga. Kakak dan Abang belum tiba di rumah, saya menghabiskan waktu untuk menemani keponakan saya bermain dan menyuapinya makan.

Malam itu saya hanya berpikir untuk datang dan bermain saja, tapi Tuhan selalu punya rencana. “Untung ada auntie Ninin datang, jadi Abel ada yang temenin main. Oma lagi lemes banget. Kasian Abel kalo nggak ada yang ajak main juga.” Siapa juga yang tahu kalau Oma sedang kena musibah, siapa juga yang tahu kalau di rumah si Abel nggak ada teman mainnya. Semua terjadi begitu saja (sesuai rencana Tuhan).

Kemudian, malam itu hujan turun sangat deras. Tadinya saya mau langsung pulang ke Jakarta namun saya memutuskan untuk menunda kepulangan saya dan menginap di sana. Kakak pulang sekitar jam 10, waktu kita makan snack di ruang tamu dia bilang, “Tahu nggak, tadi aku pengen banget makan ini, trus ternyata kamu bawain ini ke rumah.” Then, lupa kalimat jelasnya dan kapan dia mengatakan, yang jelas dia bilang, “Kamu udah jadi jawaban doa tahu nggak? Sesimpel datang ke rumah dan bawain makanan ini.”

And my first reaction is jumping like a child! I jump and running to her and i hug her. I’m just too happy! This is joy.

Terkadang, kita terlalu sibuk mencari kebahagiaan di luar sana. Tanpa kita sadari kebahagiaan itu benar berasal dari dalam.

29a00cc0dc17ded393fbc6655f76b71f

Source: Pinterest

Oia, bicara tentang jawaban doa nggak semuanya hadir dalam bentuk yang menyenangkan, lho. Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan insight dari Kak Christofer Tapiheru. It’s a simple message dan kita sudah sering banget mendengarkannya. Dia bercerita bagaimana kita sering meminta untuk menjadi sabar, untuk menjadi tekun, untuk menjadi bijaksana, dan hal-hal baik lainnya.

Lalu, tiba-tiba keesokan harinya kita mengalami the worst day ever karena mood kita dirusak sama orang yang bikin kita kesal. Kemudian, dengan santai kita bilang sama Dia, “Tuhan, tu orang nyebelin banget deh. Gengges banget. Rese’. Siapa juga yang bisa sabar ngadepin orang kayak dia?”

Eitsss… kemarin kayaknya ada yang baru saja berdoa untuk minta jadi orang yang lebih sabar.

You know, orang itu merupakan jawaban doa kamu. Dan hal ini juga berlaku untuk kamu yang mungkin menjadi jawaban doa seseorang yang sedang meminta kebijaksanaan atau kelemahlembutan.

 

Amsal 27:17

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Tapi, sudut pandang ini nggak bisa dilihat semua orang. Beberapa orang bahkan menganggap ini adalah kondisi yang ingin cepat-cepat mereka lalui. Kondisi yang bikin hidup mereka nggak nyaman.

Kamu baru bisa menganggap hal yang nggak menyenangkan ini menjadi jawaban doa atau sebuah pelajaran berharga, jika kamu benar-benar menyerahkan hidupmu ke Tuhan. Jika kamu meminta hati yang lembut untuk benar-benar tunduk terhadap otoritas Tuhan. Kalau nggak, ya kamu akan beranggapan kalau Tuhan nggak sayang sama kamu makanya kamu ngalamin hal ini. Kamu nggak pernah menganggap bahwa proses ini menguntungkan untuk kamu.

Oia, waktu kamu mengalami hal yang nggak menyenangkan ini juga nggak ada kaitan langsungnya dengan kesalahan atau dosa yang kamu perbuat. Terkadang, Tuhan hanya ingin memperbesar kapasitas kamu. Nggak percaya? Baca kitab Ayub. 🙂

Mudah? Nggak.
Mendapatkan insight ini nggak semudah itu, butuh proses untuk mau tetap mengikuti rencana Tuhan yang nggak pernah kita mengerti.

Kesimpulannya menyenangkan atau pun tidak, Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menjadi jawaban doa. Asal mau dipakai dan menyediakan dirinya untuk dipakai. Simple yes to God may change everything.

Mungkin saat ini kamu lagi sedih, kamu lagi galau, kamu lagi nggak sabar, kamu lagi senang banget, kamu lagi berbunga-bunga. Tapi, apapun keadaan yang sedang kamu alami, tetap sediakan dirimu untuk mendengar dan bersedia dipakai Tuhan. Kamu nggak akan pernah tahu apa arti kehadiranmu untuk orang lain kalau kamu menutup telinga dan hatimu.

So, coba ingat-ingat lagi apakah kehadiranmu, hidupmu, dan apa yang kamu lakukan menjadi jawaban doa untuk orang lain? 🙂

xox,

Ninta.

Advertisements

Please Tell Me It’s Not 17.15pm

Why people crying?

Favim.com-art-barbie-cool-girl-hair-286070

Kenapa Tuhan menciptakan air mata? Kenapa Tuhan nggak mengganti air mata itu dengan sesuatu yang lebih berharga yang bisa dijual seperti di drama-drama. Kenapa air mata itu memiliki makna?

Sejujurnya saya bukanlah tipikal orang yang bisa menangis sembarangan. Yup, pada dasarnya memang saya cengeng dan sensitif, but i never let people melihat saya menangis. Once saya bisa menangis sesuka hati saya di hadapan kamu, iya kamu, itu berarti saya sudah benar-benar nggak berdaya, nggak punya kekuatan ekstra, dan bahkan itu berarti aku sudah menunjukkan kelemahan yang paling saya nggak sukai. Satu lagi, itu artinya saya bisa percaya sama kamu sepenuh hati saya karena saya menyerahkan air mata saya ke kamu.

Air mata atau tangisan yang saya maksud di sini adalah ketika saya sudah benar-benar menyerah sama pertarungan di dalam diri saya. Untuk hal tertentu iya saya menangis. Misalnya, di pesta pernikahan. Saya paling ‘benci’ adegan salam-salaman sama orangtua. Karena saya pasti menangis. Jika itu terjadi, otomatis saya akan berbalik badan atau melihat ke langit-langit agar air mata ini nggak turun begitu saja.

giphy (11).gif

Ketika ada teman yang bersedih, saya biasanya berusaha untuk memeluk. Begitu saya meninggalkan dia, baru saya menangis sejadi-jadinya, karena saya merasakan apa yang dia rasakan. Jika kuat, saya akan tetap bersama dia tanpa suara agar tetap kuat menahan air mata di dalam kantungnya.

Dalam kondisi lainnya, saya bisa menutupi semuanya dengan tawa yang terpaksa. Dan kalau kamu peka, itu hanyalah tangis di balik tawa.

Kadang, saya menangis dalam bentuk pelukan. Saya tidak mengeluarkan air mata. Saya hanya meminta sebuah pelukan. Bentuk dukungan paling kuat. “Please, hug me!” ini kode saya. Ketika saya memeluk kalian, itu adalah ekspresi saya. Tapi, ketika saya mengeluarkan kalimat ini, berarti saya butuh saluran tenaga dari kalian.

Dalam sebuah kotbah Ps. Jose Carol yang bertema “What to do when you don’t know what to do”,  pelukan adalah salah satu langkah pasti untuk memulihkan kekuatan yang disarankan ketika kita nggak tahu harus berbuat apa. That’s why, we need others, we need community, we need DATE (komsel).

  • 3. Tenggelamkan dirimu dalam Kasih.
    Kita sebagai makhluk sosial kita butuh Kasih Tuhan. Kadang yang kita butuhkan bukan ide, khotbah dan nasihat, namun yang dibutuhkan adalah, seorang sahabat yang datang memeluk dan memberikan kasih. Ada sebuah kekuatan yang datang ketika dipeluk. Waktu engkau memeluk ada endorfin yang keluar dan menenangkan. Ada sesuatu yang bekerja dalam Kasih. Ada kekuatan yang keluar dari dalam diri kita.
    Inilah yang saudara butuh kan – Kasih, sebuah penerimaan yang tulus dan sebuah pelukan hangat dari seseorang.
    Courtesy: GR.Faith

Ketika kita membutuhkan kekuatan, ketika kita memeluk seseorang, kita nggak akan otomatis mendapatkan kekuatan itu kalau orang yang kita peluk nggak membalas pelukan kita. So, when i ask someone to hug me, itu sudah merupakan sebuah permohonan yang bersifat urgent and hopeless. Tentu saja saya nggak sembarangan meminta pelukan.

Pelukan ini akan mendatangkan kekuatan yang bisa menahan air mata ketika mereka adalah orang-orang yang benar-benar attached sama saya. Mereka adalah orang-orang yang kenal saya. Bukan hanya sekadar tahu.

Kenapa sih saat ini saya bisa sampai merasa begitu membutuhkan kekuatan?

Setiap manusia itu punya pembelajarannya sendiri. Dalam masa ini, sejujurnya Tuhan sangat-sangat membentuk pribadi saya melalui orang yang paling dekat sama saya.

Amsal 27:17 (TB) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Tuhan pakai kita masing-masing untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang nggak baik kedepannya. Tapi, percayalah kalau partner kita (nanti) nggak punya tendensi yang jahat untuk menyakiti. Percaya saja. Dan sebagai manusia kita harus terus mau diubah alias nggak begitu-begitu. Tuhan jelas minta kita memperbaharui diri kita hari demi hari supaya makin sempurna (dewasa), otomatis kita bukanlah orang yang sama setiap saat. We change! Dan kita dituntut untuk terus berubah.

Tips: Ketika kamu masih pacaran, percayalah kamu harus buka telinga dan hati kamu lebar-lebar untuk menerima kritik dan saran. Selanjutnya, eksekusi antara kamu dan pasangan adalah keputusan kalian berdua. Bukan lagi orang lain. Dan jelas, setiap keputusan ada risikonya. Hal ini berbeda ketika kamu sudah menikah nanti, nama baik partnermu adalah tanggung jawabmu. Nggak bisa sembarangan orang tahu masalah internal kalian. Mungkin nanti kalau saya sudah merasakan pernikahan, saya bisa share sama kalian. Nah, jadi jangan malu atau takut salah di depan orang lain. Kalau ada yang harus diperbaiki, ya perbaiki.

Dalam menjalani hal ini, Tuhan sudah ngomong pesan yang sama dan berulang-ulang. Tentang masalah PERCAYA.

To trust God in the light is nothing, but to trust Him in the dark – that is FAITH. – Charles Haddon Spurgeon.

Dia bilang lagi dan lagi sama saya, “Kamu percaya nggak sama Saya?”.

Masalah percaya.
Dalam sebuah hubungan antara manusia, rasa percaya nggak bisa diterima begitu saja tanpa pembuktian atau usaha (gitu juga nggak sih ke Tuhan?). Waktu PDKT kamu pasti berusaha menginvestasikan segalanya supaya gebetan kamu percaya kamu bisa bahagiakan dia kan? Supaya si gebetan mau terima kamu.

Ketika sudah berpartner. jangan sampai hal itu hilang lho. Biasanya saya dan partner akan saling kasih kabar jalan sama siapa, atau saya kemana. Komunikasi. Untuk saya pribadi, ini adalah salah satu hal yang bisa saya lakukan untuk menjaga kepercayaan dia.

Kenapa sih mesti begitu? IMHO, hal ini penting (lagi dan lagi) karena rasa percaya itu BERSYARAT dan harus dibangun setiap saat (Marriage gathering 2017). Kebayang kan ketika kamu nggak mengomunikasikan ini dengan baik dengan pasangan kamu? Ini sulit (Yang pernah ngerasain boleh tunjuk diri sendiri :)).

Selain komunikasi, menjaga kepercayaan bisa kamu lakukan dengan menjaga apa yang sudah kamu bilang (integritas). Ketika kamu bilang cinta atau sayang sama orang, apakah kamu bisa benar-benar berintegritas sama apa yang kamu bilang? Apakah kamu melakukan usaha yang maksimal untuk partner kamu? Apakah kamu menyimpang ke kanan dan ke kiri? Ups.

Kalau saya tarik hubungan saya sama Pencipta saya, gimana sih caranya biar kepercayaan itu tetap ada? Komunikasi. Berdoa. Baca Alkitab (mau digital, mau shermon, mau buku fisik, apapun, pokoknya usaha baca). Dia pasti senang ketika komunikasi kita lancar. Ketika saya nggak lancar komunikasi sama Dia, percaya deh, saya bisa hilang arah dan nggak bisa dengar mana suara Dia dan mana suara saya sendiri. Kepercayaan saya ke Dia pun otomatis goyang, deuh. Jadi, sebisa mungkin saya akan mengusahakan untuk tetap ngobrol sama Dia. Walau sebentar atau ngantuk-ngantuk hehehe… Walau kadang malas pasti ada juga. Asli.

Integritas. Ketika saya bilang saya sayang sama Dia, apakah saya bisa tetap kontak dia ketika saya sibuk dan menyempatkan baca surat cintanya Dia? Atau saya memilih tidur dan akhirnya satu hari, dua hari, tiga hari, lama-lama saya lupa gimana relationship saya sama Dia. Kita sama pasangan saja kita nggak mau diginiin, masakan kita begitu sama Tuhan kita? Asli, ini berat ngomong seperti ini karena saya yang menulis ini juga masih berusaha untuk menghidupi apa yang saya tulis. At least, saya tahu rasanya makanya saya nggak mau gini lagi ke Dia. Karena saya tahu rasanya gimana.

Trus, sekarang saya gimana? Saya nggak lagi dalam suasana yang enak juga. Mana ada sih masa ujian yang enak. Tapi, nggak ada pemenang di ring tinju yang keluar sebagai pemenang tanpa memar dan luka-luka. So, sakit, BT, sebel, emosi, itu pasti terjadi ketika kita ada di dalam ring tinju. Problemnya, bisa nggak tetap percaya sama Tuhan ketika masa sulit ini ada? Bisa nggak kita menang dari ‘pertandingan’ kita, walau ‘berdarah-darah’ tapi memutuskan untuk kembali mengasihi dan mengusahakan yang terbaik untuk kebaikan bersama saat ini dan di masa depan. Rasa takut itu ada, tapi mana yang lebih besar? Rasa takutnya apa rasa percayanya?

Nulisnya gampang ya, tapi percayalah saya masih membutuhkan kekuatan untuk setia dalam berdoa, percaya, dan beriman sama Tuhan. Saya butuh kekuatan untuk menerima kalau setiap hari saya harus melewati pukul 17.15pm tanpa apa-apa. Saya butuh kekuatan untuk membuktikan kalau saya sayang sama Dia, dia juga. So, please send your hug in your prayer, every night, before you sleep, for me. 🙂

Thanks,
Xox

Ninta.

Pray

Praying woman hands
I need you to soften my heart
And break me apart
I need you to open my eyes
To see that You’re shaping my life

All I am, I surrender

Give me faith to trust what you say
That you’re good and your love is great
I’m broken inside, I give you my life

I need you to soften my heart

And break me apart
I need you to pierce through the dark
And cleanse every part of me

All I am, I surrender

Give me faith to trust what you say
That you’re good and your love is great
I’m broken inside, I give you my life

‘Cause I may be weak
But Your spirit strong in me
My flesh may fail
My God you never will 
I may be weak
But Your spirit strong in me
My flesh may fail
My God you never will

Give me faith to trust what you say
That you’re good and your love is great
I’m broken inside, I give you my life

‘Cause I may be weak
But Your spirit strong in me
My flesh may fail
My God you never will

I may be weak
But Your spirit strong in me
My flesh may fail
My God you never will

Christopher Joel Brown / London Weidberg Gatch / Mack Donald Iii Brock / Wade Joye

(Sometimes) The Answer is Pray

6301285382075

Source: Divineheartcouples

Suatu waktu, saya bertemu dengan pemimpin komsel saya dan membahas beberapa hal tentang berpasangan. Menurut kalian ada yang aneh nggak menanyakan apa yang tidak disukai dari masing-masing pasangan? Padahal, mereka sedang dalam honeymoon periode.

Menurut saya, sedikit aneh. Di mana-mana, ketika kamu menemukan pasangan yang sedang berbahagia, yang ditanyakan pasti, “Apa sih yang membuat kamu suka sama dia? Apa kelebihan dia yang membuat kamu jatuh cinta?” Dan beragam pertanyaan menyenangkan lainnya.

Tapi, hal di atas tidak ada salahnya juga jika ditanyakan di awal kalian saling membangun hubungan, lho. Kenapa? Walau masih baru, kalau kalian harus benar-benar mengenal masing-masing pribadi. Kalian harus tahu apa yang kalian nggak sukai dari pasangan kalian masing-masing. Ini bisa menjadi bahan evaluasi kalian nantinya saat sudah melewati beberapa masa. Apakah ada perubahan atau tidak.

Kalau kata Tulus,

“Jangan cintai aku apa adanya… tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan…”

Dari ketidaksukaan ini kalian akan menghadapi banyak masalah. Namanya juga dua orang yang berbeda. Tapi, berdoalah saat menghadapi masalah, belajarlah mengerti serta mencintai pasanganmu dengan segala kekurangan-kekurangannya. Tetapi, tetap ingat, ini adalah masa kalian mengenal satu sama lain. Masalah akan membuat kalian berakhir pada satu keputusan, untuk melanjutkan perjalanan ke pernikahan atau tidak. But, don’t worry.

Ketika masalah sudah selesai, jangan jadi lemah untuk berdoa. Ingin meminta pengertian, berdoalah. Ingin agar pasangan kamu berubah, berdoalah. Ingin jalan keluar dalam masalahmu, berdoalah. Ingin menyerahkan hati dan hidupmu untuk dikontrol, berdoalah. Karena ketika kamu berdoa, kamu masuk ke dalam sebuah medan perang. Berperanglah, entah untuk melawan dirimu sendiri atau tidak. Berperanglah dan menangkan pertempuran itu.

While you are praying, you jump into the battlefield!


Dear my future partner, i wish you to know that i’ve been learn everyday to be the best version of me. Maybe, i’ll always asked you about everything, but, thank you for understanding me and say good words. Please, love me constantly and gimme time, so we can enjoy the process. We can start the journey, we will sailing.
 

 

Xox,

Ninta.

And It Move Forward To Little

240_F_100816058_dV2bA8Tu8LQeh1RpZYJt0ZHdtgwa68AZ

Dear morning,
I come with a lot of burden
Buried deep in sorrow

Now, I sit on my bed
Hope for a miracle
Bowed down and struggle with myself
Struggle to find the answers of every bug in my head

I start it with tears and question
I start talk to you and cry
I start cross my finger and pray

“What should i do?”

Still bowed and that sentence come again and again
One and two
I ask
And numbers come to find the answers

You come
You hug me
You told me to open my ear, open my heart, open my mind

“Calm down…”

And it move forward to little

“Can you explain to me?”

I ask again
I don’t hear anything
I try to keep on silent

“I listen…”

I switch off everything in my mind
I let You in, i let You doing something in me

And like the wind You cover me
I feel peace in one second
And everything has gone

You whisper to me and i know
I know,
You tell me again to trust in You

“God is too wise to be mistaken
God is too good to be unkind
So when you don’t understand
When don’t see his plan
When you can’t trace his hand
Trust His Heart…”

 

“When you can’t trace his hand, trust His heart”

 

Writer

Some people read your handwriting because they want to know you,

Sometimes, they just want to judge you.

You can’t handle what they want,

Just write what you want…

Because, they don’t know you

They even don’t mind what’s in your mind,

So, don’t ask them to enjoy it.

Just write,

because you want to.

writing

Source: christabanister.com

 

Mental Jomblo

Ketika kamu jomblo, bersikaplah seperti jomblo. Ketika kamu sudah memiliki komitmen dengan seseorang, jangan bawa-bawa lagi mental jomblomu!

Hmm… Saya pernah mendengar kalimat ini dalam sebuah pertemuan di hari Minggu bertema relationship. Waktu itu masih single dan available, terus sempat berpikir “Mental jomblo itu kayak apa, sih?”

Kalau menurut kamu, apa sih mental jomblo?

Menurut saya, mental jomblo itu adalah mental yang masih mikirin aku, aku, dan aku aja. Okei, dengan keadaan sekarang setelah lama sendiri, ini sangat sangat sangat sulit. “Aku” nya kadang masih terbawa-bawa kalau nggak dikeplak biar sadar.

Kenapa sulit? Saya terbiasa untuk mengambil keputusan sendiri, saya tahu bagaimana cara saya menyenangkan diri saya, fokus saya hanya tertuju pada saya dan apa yang saya lakukan. Pokoknya semua tentang saya. Tapi, saat itu saya selalu berdoa sama Tuhan untuk pasangan hidup dan saya bilang “Tuhan, saya sudah siap untuk punya pasangan lagi.” Tapi, ini kan kata saya, bukan kata Tuhan.

Saat ini, seperti diceritakan sebelumnya, saya sudah dikasih kesempatan sama Tuhan untuk berkenalan lagi. Bisa saya bilang hubungan saya berjalan dengan lancar dengan banyak “pelajaran”. Baiknya Tuhan, kami sama-sama diizinkan untuk saling mengenal karakter personal melalui banyak hal, termasuk melalui masalah-masalah.

Kita berdua terpisah di dua kota, ini aja sudah jadi masalah. Kita berdua sama-sama aktif. Kita berdua punya love languange yang berbeda. 

Nah, suatu malam dia bercerita tentang masalah yang mengganggu dia. Padahal saat itu bisa dibilang saya sendiri juga lagi sedikit kesel sama dia. Then, he said that he’s not oke. 

Mental jomblo ini bilang, “Bodo amat. Aku ini lagi kesel sama kamu. Nggak usah ngomong gimana-gimana dulu. Let me calm my self. Please, leave me alone. Aku lagi baca Alkitab, aku mau tenangin diri sama Tuhan dll. Mo tidur ya tidur aja. Ya, aku kan begini. Biasa juga bla bla bla.”

But, seriously kamu bakal biarin dia begitu? Then, i pray. I ask God for the peaceful from Him.

“Kenapa?”

Satu hal yang bisa saya ambil dari kejadian itu adalah bagaimana saya mengalahkan ego untuk marah, lari, dan nggak peduli dan berbalik untuk belajar mengerti. Mental saling support ini jelas harus dibangun saat kamu sudah nggak jomblo lagi. Kalau dulu kamu bisa nggak peduli, saat kamu sudah menjadi team mate with someone,  your presence is the real strength for him or her.  Gimana kalian berdoa untuk menguatkan satu sama lain, ini penting. Ingat, selain Tuhan (He’s always be the first), saat ini kamu punya prioritas yang lain.

Relationship isn’t​ just about the status. It is about intimacy, support, and a shoulder to cry on. – ME

Nggak bermental jomblo menurut saya juga bicara tentang me-manage hubungan dengan baik. Nggak gampang curiga karena takut kehilangan dia kayak kehilangan gebetan, nggak mudah menyalahkan tanpa menanyakan alasan, nggak menuntut ingin terus diperhatikan seperti waktu kamu tebar pesona sama gebetan-gebetanmu. Nggak gampang tertarik sama orang lain hanya karena sesuatu yang mungkin nggak dimiliki kamu atau pasanganmu.

Memiliki dan menjaga relasi melebihi hal-hal di atas. Belajar dari pengalaman yang lalu, Ninta yang sempat membangun hubungan selama 5 tahun itu adalah Ninta yang mencari pengakuan, Ninta yang berusaha mencari perhatian, Ninta yang tanpa sadar menjadikan pasangannya untuk bahan pameran, Ninta yang nggak banyak melibatkan Tuhan dalam hubungannya, Ninta yang selalu merencanakan tanpa mau peduli rencana Tuhan. Ogah lah begitu lagi karena setiap hari kita harus jadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin, kan? 🙂

That’s!

Jadi, Mblo! Please, ketika kamu sudah nggak sendiri lagi nantinya, pastikan kamu sudah siap untuk mengubah mentalmu. Kamu juga benar-benar mantap dan mau diajar sama yang mempertemukan kamu dan pasanganmu. Jangan sampai waktu sama Dia jadi hilang karena kamu sibuk sama pasanganmu, ini paling penting.

Yeah… I’m not perfect, yet i realize that this words is for me too. So, buat kamu yang masih single available pastikan kalian siap untuk langkah selanjutnya. Buat kalian yang posisinya sama seperti saya saat ini, yuk, pelan-pelan buang mental jomblomu supaya hubungan kalian bisa makin sehat.

Xox,

Nint