Apanya Yang Baik? Please, Lah!

“Good morning, everyone. Everything’s good????”
Dan dalam hitungan detik hampir semua orang di dunia ini bisa dipastikan akan menjawab, “Great. Luar biasa. Puji Tuhan. Alhamdulilah.”

Berapa banyak sih dari kamu mau menjawab dengan jujur tentang keadaan yang lagi kamu hadapi ketika pertanyaan itu datang tepat di depan mukamu yang sebenarnya mau senyum aja susah?

e5fba411fdf12d855add49e2df5fc1a7--one-word-truths

Source: Pinterest

 

Oo.. tunggu dulu, nanti kalau aku jawab jujur apa kata orang? Yah, apa kata orang nanti. Nah, sebelumnya saya mau sedikit mengingatkan untuk tulisan kali ini, tolong siapkan waktu dan pikiran yang agak lebih, ya. Karena akan sedikit berat dan bisa saja kamu ninggalin artikel ini di tengah jalan. Jadi, kalau nggak siap lebih baik tutup halaman ini sekarang. You choose ūüôā

Okei, jadi kamu memutuskan untuk lanjut membacanya sampai habis? Good then.

Lately, saya sendiri berada dalam keadaan yang nggak baik-baik banget juga, sih. Kalau ditanya kabarnya, ya sebisa mungkin menjawab sejujurnya. Masalah ini terjadi di banyak aspek, baik relationship, pekerjaan, pelayanan, dan banyak lagi. Terutama, my relationship with God. Hubungannya sih baik-baik saja, tapi sempat berada di masa-masa banyak pertanyaan yang nggak jelas.

Yup, setelah beberapa kejadian yang menurut saya nggak enak, banyak sekali pertanyaan yang muncul di dalam kepala saya. Bukan, bukan marah-marah dan merengek-merengek nggak jelas ke Tuhan gitu, tapi pertanyaan semacam… ya.. iya.. mungkin yang sekarang lagi ada di kepalamu saat membaca tulisan ini.¬†Then,¬†suatu hari waktu saya sedang pelayanan di¬†Women Conference, salah seorang sahabat saya menghadiahkan buku judulnya¬†You’ll Get Through This: Hope and Help for Your Turbulent Times – Max Lucado.

What? Orang ‘patah hati’ dikasi buku yang berat macam itu? Yeah… since that day i committed to read that book. Setiap 1 bab harus dihabiskan dalam 1 malam. Dan setiap malam pula saya benar-benar ‘belajar’.

Salah satu bab di dalam buku itu bilang sama saya, kalau saya (kamu juga) harus menaruh Allah di tengah kehidupan. Ini sama banget dengan kotbah Ps. Jose Carol – What To Do When We Don’t Know What To Do yang jadi salah satu kotbah pegangan saya. Keduanya sama-sama menjelaskan bagaimana kita harus meletakkan Tuhan itu jadi jembatan antara masalah dan hidup kita.

Nggak percaya? Coba ingat beberapa tokoh Alkitab yang kamu tahu dan ceritanya. Di buku yang saya baca, Yusuf menjadi tokoh utamanya. Kamu mungkin bisa pakai Ayub atau siapapun yang kamu tahu. Dijelaskan dalam Alkitab, pola seperti ini terus berulang:

Kejahatan. Allah. Kebaikan. 

Hidupnya Yusuf itu ‘drama’ banget! Ngalahin telenovela, sinetron India, atau pun drama Korea. Di awal, dia mengalami kejahatan seperti dikhianati, dijual, dibuang, nggak dipedulikan, dipenjara, dll (name it¬†with your problem now). Kemudian, dia membawa Allah dalam setiap masalahnya itu, ini merupakan perbuatan berserah dan bukan pasrah. Kenapa? Soalnya, Yusuf bisa aja lho nggak jadi¬†excellent ketika menghadapi masalah-masalahnya, tapi dia nggak memilih seperti itu. Dia tetap melakukan bagiannya dan Tuhan juga ngerjain bagian Dia. Dan dalam periode yang cukup lama semua rasa nggak enak yang dia alami menjadi kebaikan. Bahkan kebaikan untuk banyak orang.

Simpelnya, sama seperti waktu kamu naik pesawat. Kamu duduk, pakai¬†seat belt,¬†pesawat¬†take off dan perjalanan di mulai. Di tengah perjalanan, nggak diduga-duga kamu ngalamin turbulent.¬†Apa yang akan kamu lakukan? Ninggalin tempat duduk dan marah-marah ke pramugari atau pilotnya? Atau kamu terjun dari pesawat karena nggak suka sama keadaan itu? Deuh…

Satu-satunya yang bisa kamu lakukan saat itu adalah percaya pada pilot yang menerbangkan pesawatnya sampai waktu guncangan itu terlewati, kan? Beriman dan percaya sama Tuhan juga sama seperti itu.

Ps. Rick Warren bilang faith is not denying reality. Faith is facing reality without being discouraged by it.

 

Faith is facing reality without being discouraged by it.

 

Hmmm… lalu gimana dengan saya ketika menghadapi banyak kejadian kemarin? Sejujurnya, saya sempat nanya sama Tuhan apa saya masih beriman apa nggak. Rasanya masih kok, tapi kayak ada yang mengganjal di dada, ya? Dan beberapa kali beragam pertanyaan muncul di kepala saya. Dan pertanyaan-pertanyaan itu cukup berlebihan. Kenapa? Karena saya merasa panik dan mulai ‘goyang’. Semua¬†plan saya meleset, saya harus ubah semua dari nol. Saya harus¬†restore hati yang hancur, saya harus kembali menstabilkan keadaan sekitar saya, saya harus ini dan itu.¬†Too much to ask, too much to do, too much. Bleeh!

But, i’ve learnt that everything need process.¬†

Everything you are going through right now is to prepare you for everything you have asked for. – Ps. Sidney Mohede

 

Jadi, gimana dengan iman? Apa jangan-jangan saya mulai meragukan? Atau saya cuma terguncang aja sih. Jujur saya takut, lho waktu membayangkan ini. Rick Warren mengatakan bahwa Iman, Faith, Pistin/Pistis bukan berarti kita menolak keadaan terpuruk, sedih, dan selalu berkata “I’m good. I’m fine.”¬†tetapi bagaimana dalam masalah kita tetap maju dan nggak berkecil hati. Terus minta hati yang baru, hari yang baru. Fiuh…

Kenapa? Kok bisa? Okei, begini… Lagi-lagi ngutip kata-kata pastor, ya. Ps. Steven Furtick bilang karena Tuhan nggak pernah menciptakan penderitaan, tetapi Dia menggunakannya untuk mendevelop apa yang ada di dalam diri kita. Kehidupan kita. Ini asli bukan kebetulan,¬†this morning me and¬†my mom have a great chat and she has sent me a great story.

Ada seseorang yang menanam pohon jeruk Bali di Florida. Namun. dia kecewa karena pohonnya nggak berbuah banyak. Ia pun mencari tahu pada pakar perkebunan. Bapak ini mendapat saran untuk memukul batang pohon jeruk tersebut dengan sebuah papan beberapa kali. Faktanya, hormon yang mendorong pertumbuhan bunga di pohon itu terhambat, sehingga harus dibantu dengan cara dipukul hingga muncul memar di batang pohon tersebut.

Sekarang, kamu sedang merasa dipukul dari segala arah? Banyak pertanyaan yang muncul di kepalamu? Sakit, yaa.

Tapi ‘pukulan’ ini, lho, yang bisa merangsang pertumbuhan dalam diri kita. Syaratnya gampang, asal kita mengizinkan diri kita diproses untuk bertumbuh supaya menghasilkan buah yang lebih banyak. Coba bandingkan proses si jeruk itu dengan proses penanaman hingga panen anggur.

Terus, apa dong kuncinya biar bisa melalui ini semua? Kan nggak gampang katanya. Ini kuncinya,

2 Corinthians 4:18.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal.

 

Jadi, sudut pandang apa yang kamu lihat? Sudut pandang kamu sendiri atau sudut pandang Tuhan? Is it conflict or chance to grow? (Ps. Steven Furtick)

Salah satu panutan saya di gereja adalah Hana Carol. Dalam sebuah ibadah, dia pernah menyampaikan hal yang belum pernah ia ungkapkan di muka umum about her background. Kamu bisa cari kotbahnya dengan judul Reserved for A Purpose. 

Melihat bagaimana saat ini dia dan keluarganya bisa berbuah, mungkin banyak yang nggak menyangka perjalanan hidupnya seberat itu. Sedikit banyak saya bisa merasakan karena saya pun sempat dan pernah mengalaminya. Tetapi, dia sendiri dengan yakin mengatakan kalau Tuhan bisa membalikkan semua keadaan menjadi kebaikan.

Tuhan bisa membalikkannya menjadi kebaikan. I’m grateful that He never let me go.- Hana Carol

 

Coba ingat lagi apa yang saat ini sedang kamu hadapi, apakah keadaan itu datang dari luar atau diri kamu sendiri? Apa kamu ngerasa hancur? Apa kamu ngerasa kenapa hidup kamu musti kayak gini? Apa kamu ngerasa kenapa semua nggak berjalan sesuai apa yang sudah kamu rencakan? Apa kamu ngerasa sendirian? Ditinggalkan? Daaaaan lain-lain…

9670cba2fb39da70e187c6e3a4d05592--handwritten-quotes-jeremiah---calligraphy

Source: Pinterest

Come, fix your eyes. Seek Jesus. He is always willing to give us a new beginning.

Look into Jesus, seek His face, and you will find that everything is under His control.

Kejahatan. Allah. Kebaikan. RencanaNya dan caraNya nggak pernah salah, asal kita percaya dan mau melihat dari sudut pandang yang berbeda (reframing).

Xox,

Ninta

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s