Dare to Speak

Pernah nggak ngalamin ketika pasangan kamu nangis-nangis nggak jelas atau marah tiba-tiba dan kamu nggak punya clue apapun tentang apa yang terjadi sama dia.

First, say sorry! It works.  Hahaha…

Nah, dari pihak yang “ngambek nggak jelas” (you know who) apa langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan? Masa mau ngambek melulu. Please, lah.

Kejadian begini baru aja kejadian di aku dan dia. Tapi, nggak drama seperti yang kalian bayangkan, kok. Nggak juga ribut besar sampai heboh. Are you ready?

Jadi, pada saat itu dia harus pergi sampai malam (larut malam banget) untuk latihan musik dan dia tahu aku agak nggak enak badan. Dia udah bilang beberapa kali sejak dulu untuk nggak usah ditungguin. Dia juga menjelaskan kalau biasanya dia pulang latihan, cuci kaki cuci muka, tidur.

Then, yang di sini, kekeuh maunya nungguin karena terbiasa seperti itu. Selain terbiasa, saya juga cukup bersedia untuk menunggu walau sampai larut malam dan terkantuk-kantuk.

Sambil menunggu dia latihan musik, saya mencuci baju, makan, dan mengambil kesempatan untuk nonton drama korea 1 episode dan dilanjutkan membaca buku yang masih tertunda. Sembari baca buku, mulai nih rasa ngantuk datang. Sesekali dia di sana kasih kabar. But, i enjoy my time with my book sampai ternyata tiba waktunya dia pulang. Sesampai di rumah, dia memberi tahu saya untuk segera istirahat.

Kelihatannya fine aja kan? Di manakah masalahya?

Masalahnya adalah i’m an Act of Service person. Jadi, menurut saya menunggu dia untuk sampai di rumah merupakan salah satu cara saya menunjukkan kalau saya sayang sama dia. Sedangkan menurut dia, ini bukan nomor satu atau nomor dua karena saya bisa istirahat adalah “hadiah” (mungkin) untuk saya. Saya nggak sakit, saya bisa tetap sehat itu “sesuatu” buat dia.

Ketika dia menolak untuk saya tunggu (beberapa kali), jujur saya merasa tertolak. “Oh, jadi tindakan saya ini justru membebani dia? Oh, jadi dia keberatan kalau kita telponan. Oh, dia biasanya bisa langsung istirahat sekarang harus ini itu dulu…” , oke, this is my bad side, i admit it.

Ini sama halnya seperti dia yang bahasa kasihnya gift dan saya berulang kali bilang “Nggak perlu kasih saya apa-apa. Saya nggak butuh hadiah…” seorang teman yang memiliki bahasa kasih ini pernah share bahwa sikap seperti itu bisa menciptakan perasaan “tertolak” dan ini nggak baik.

Sedikit penjelasan, love language dia adalah Words of Affirmation & Gift. Sedangkan saya Act of Service & Quality Time. Kalau kamu mau tahu love languange  kamu apa, klik ini.

Bisa nggak hal ini jadi masalah? Bisa. Kalau kamu mau jadiin ini masalah.

Untuk meredam hal ini, akhirnya saya bicara sama dia.

Kak,
Aku tau kamu udah capek. Aku tau kamu juga nggak pengen aku capek. Tapi, this is one of my way to show you that i love you. You know I’m an Act of Service person.

Ini sama halnya ketika aku nggak minta kado, tapi kamu mauuu banget kasih aku kado. Bcz that’s your love language.

Have a good rest, ❤ you

Percaya nggak kalau kalimat ini muncul setelah saya berdoa? Selesai membaca pesan terakhir kalau dia sudah sampai dan istirahat, saya juga berdoa sebelum tidur. Tapi, ya doanya rada-rada “galau” gitu. Hahaha. Yah, intinya sudah pasrah kalau dia sudah tidur. Bener aja dia baca di pagi hari dan kaget kenapa saya ngomong seperti ini.

Kelihatannya aneh ya? Kayak gini aja harus dibicarakan.

No, when you know yo’re with right person, you don’t have to be careful (or afraid) of what you say. Ditambah lagi, dia adalah orang dengan bahasa kasih Words. Dengan kata-kata yang baik, alasan yang tepat, pesan yang ada di dalam hati dan kepalamu bisa ditangkap dengan baik.

024667180c6812ef3d4d4049b0ca062c

Source: Pinterest

Nah, saya mau ajak kalian untuk membandingkan dengan kalau saya bilang seperti ini,

Kak,
Kenapa sih aku nggak boleh nungguin? Kamu nggak suka aku nungguin kamu?

Iya, aku bisa tidur nanti setelah kamu sampai di rumah. Yang penting aku nungguin kamu. Aku biasanya begini kalau sayang sama orang.

Pesan yang mau kamu sampaikan sama, kamu sayang sama dia, kamu mau tahu kalau dia aman sampai di rumah. Tapi, coba bandingkan kalimat pertama dengan kalimat kedua. Dan bandingkan lagi dengan kalau hanya karena kamu merasa rasa sayangmu ditolak, akhirnya kamu BT’, kamu ngambek, kamu diam, dan kamu bilang “Nggak. Aku nggak apa-apa”. Panjang bro masalahnya.

714a70e90d01b11b1484bd0e612d65ae.jpg

Source: Pinterest

Girls, come on!

Ketika kamu berpasangan (apalagi LDR) jangan persulit hidupmu. Kalau marah, ngambek, dll jangan terhanyut. Bilang kamu marah, kamu sebel BESERTA ALASANNYA. Yakin deh, kamu bisa mendapatkan tanggapan yang baik dari dia juga.

Bukan gitu,  aku cuma nggak pengen kamu sakit, kan kemarin masih nggak enak badan. Kalau sakit2, aku jauh lho.

He said that. Yah, saya juga tahu kalau itu maksudnya dia.

Tapi, yang membuat saya senang (dan agak heran), dia paham maksud saya. Saya dapetin ini waktu saya memeriksa media sosial saya. Saya menemukan ini,

I got it, should have treat her better.

Berarti pesan saya tersalurkan dengan baik. Bukan hanya supaya saya nggak marah atau kita jadi ada masalah, tapi paham benar alasan saya melakukan hal itu.

Berani membangun hubungan, berarti kamu menyadari benar kamu sudah dewasa. Dewasa dalam artian kamu siap untuk menjadi versi dirimu yang lebih baik setiap hari untuk dirimu dan orang lain. Siap menerima hal-hal yang disampaikan pasanganmu dan siap mengatakan apa yang ada di pikiranmu tanpa memberikan hint yang memaksa si dia untuk menebak “Kenapa dia nggak suka? Kenapa dia marah?” dan berusaha mengurangi kalimat, “Aku nggak apa-apa,” padahal apa-apa banget.

Once again, these words is for me too. Yuk, belajar menyadari bahwa segala sesuatu bisa dikomunikasikan. Semua maksud bisa disampaikan sebab komunikasi yang baik dapat mengubah segalanya.

Ps: Hati-hati dengan emosi dan intonasi nada bicaramu, ya. 🙂

 

Xox,

Ninta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s