Mental Jomblo

Ketika kamu jomblo, bersikaplah seperti jomblo. Ketika kamu sudah memiliki komitmen dengan seseorang, jangan bawa-bawa lagi mental jomblomu!

Hmm… Saya pernah mendengar kalimat ini dalam sebuah pertemuan di hari Minggu bertema relationship. Waktu itu masih single dan available, terus sempat berpikir “Mental jomblo itu kayak apa, sih?”

Kalau menurut kamu, apa sih mental jomblo?

Menurut saya, mental jomblo itu adalah mental yang masih mikirin aku, aku, dan aku aja. Okei, dengan keadaan sekarang setelah lama sendiri, ini sangat sangat sangat sulit. “Aku” nya kadang masih terbawa-bawa kalau nggak dikeplak biar sadar.

Kenapa sulit? Saya terbiasa untuk mengambil keputusan sendiri, saya tahu bagaimana cara saya menyenangkan diri saya, fokus saya hanya tertuju pada saya dan apa yang saya lakukan. Pokoknya semua tentang saya. Tapi, saat itu saya selalu berdoa sama Tuhan untuk pasangan hidup dan saya bilang “Tuhan, saya sudah siap untuk punya pasangan lagi.” Tapi, ini kan kata saya, bukan kata Tuhan.

Saat ini, seperti diceritakan sebelumnya, saya sudah dikasih kesempatan sama Tuhan untuk berkenalan lagi. Bisa saya bilang hubungan saya berjalan dengan lancar dengan banyak “pelajaran”. Baiknya Tuhan, kami sama-sama diizinkan untuk saling mengenal karakter personal melalui banyak hal, termasuk melalui masalah-masalah.

Kita berdua terpisah di dua kota, ini aja sudah jadi masalah. Kita berdua sama-sama aktif. Kita berdua punya love languange yang berbeda. 

Nah, suatu malam dia bercerita tentang masalah yang mengganggu dia. Padahal saat itu bisa dibilang saya sendiri juga lagi sedikit kesel sama dia. Then, he said that he’s not oke. 

Mental jomblo ini bilang, “Bodo amat. Aku ini lagi kesel sama kamu. Nggak usah ngomong gimana-gimana dulu. Let me calm my self. Please, leave me alone. Aku lagi baca Alkitab, aku mau tenangin diri sama Tuhan dll. Mo tidur ya tidur aja. Ya, aku kan begini. Biasa juga bla bla bla.”

But, seriously kamu bakal biarin dia begitu? Then, i pray. I ask God for the peaceful from Him.

“Kenapa?”

Satu hal yang bisa saya ambil dari kejadian itu adalah bagaimana saya mengalahkan ego untuk marah, lari, dan nggak peduli dan berbalik untuk belajar mengerti. Mental saling support ini jelas harus dibangun saat kamu sudah nggak jomblo lagi. Kalau dulu kamu bisa nggak peduli, saat kamu sudah menjadi team mate with someone,  your presence is the real strength for him or her.  Gimana kalian berdoa untuk menguatkan satu sama lain, ini penting. Ingat, selain Tuhan (He’s always be the first), saat ini kamu punya prioritas yang lain.

Relationship isn’t​ just about the status. It is about intimacy, support, and a shoulder to cry on. – ME

Nggak bermental jomblo menurut saya juga bicara tentang me-manage hubungan dengan baik. Nggak gampang curiga karena takut kehilangan dia kayak kehilangan gebetan, nggak mudah menyalahkan tanpa menanyakan alasan, nggak menuntut ingin terus diperhatikan seperti waktu kamu tebar pesona sama gebetan-gebetanmu. Nggak gampang tertarik sama orang lain hanya karena sesuatu yang mungkin nggak dimiliki kamu atau pasanganmu.

Memiliki dan menjaga relasi melebihi hal-hal di atas. Belajar dari pengalaman yang lalu, Ninta yang sempat membangun hubungan selama 5 tahun itu adalah Ninta yang mencari pengakuan, Ninta yang berusaha mencari perhatian, Ninta yang tanpa sadar menjadikan pasangannya untuk bahan pameran, Ninta yang nggak banyak melibatkan Tuhan dalam hubungannya, Ninta yang selalu merencanakan tanpa mau peduli rencana Tuhan. Ogah lah begitu lagi karena setiap hari kita harus jadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin, kan? 🙂

That’s!

Jadi, Mblo! Please, ketika kamu sudah nggak sendiri lagi nantinya, pastikan kamu sudah siap untuk mengubah mentalmu. Kamu juga benar-benar mantap dan mau diajar sama yang mempertemukan kamu dan pasanganmu. Jangan sampai waktu sama Dia jadi hilang karena kamu sibuk sama pasanganmu, ini paling penting.

Yeah… I’m not perfect, yet i realize that this words is for me too. So, buat kamu yang masih single available pastikan kalian siap untuk langkah selanjutnya. Buat kalian yang posisinya sama seperti saya saat ini, yuk, pelan-pelan buang mental jomblomu supaya hubungan kalian bisa makin sehat.

Xox,

Nint

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s