We Are God’s Poem

9d92633483dcab784ee9dc8e51c17030

Source: Pinterest

 

Berapa banyak dari kamu yang pernah dikatakan jelek, dijauhi karena tidak pintar, nggak punya teman karena tak punya orangtua yang lengkap atau karena warna kulitmu berbeda dengan warna kulit teman-temanmu?

Hal ini jelas mengarah pada pembulian. Data KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menunjukkan terdapat peningkatan jumlah anak sebagai pelaku kekerasan (bullying) di sekolah dari 67 kasus pada 2014 menjadi 79 di tahun 2015.

Pembulian terhadap orang lain kerap dianggap wajar terjadi di lingkungan sekitar kita, tapi tahukah kamu kalau hal ini adalah penghilangan identitas terhadap seseorang? Identitas yang jelas kita miliki, yang sudah diberikan oleh pencipta kita sejak kita masih ada di dalam kandungan?

Beberapa hari yang lalu ketika mengikuti chapel pagi, salah satu teman saya menceritakan tentang identitas.

Efesus 2:10 (TB)
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Setelah membacakan ayat ini, kami semua diajak untuk membuka versi bahasa Inggris dari ayat ini.

Ephesians 2:10

For we are God’s handiwork, created in Christ Jesus to do good works,which God prepared in advance for us to do. (NIV)

Kata God’s handiwork atau workmanship berasal dari bahasa Yunani “POIEMA”, kata ini menjadi akar kata “Poem” atau sajak;syair dalam bahasa Indonesia.

Sajak atau syair biasa digunakan atau diciptakan untuk menyampaikan hal-hal yang indah. Ini adalah karya alami yang akan tercipta ketika kamu sedang merasakan jatuh cinta. So, you should know that you’re beautiful because you’re created by God’s love.

How magnificent to think that we are “God’s POEM, created for good works in Christ”, each with our own rhythm and cadence, a work of art by a Master Artisan. – Pinterest.

Tuhan menciptakan setiap kita dengan keunikan masing-masing. Kita ini adalah blue print nya pencipta kita, yaitu Dia. And that’s our identity. Kita semua adalah ciptaan yang indah dan berharga.

ef5d010b61266e8d281367d68cacbef7

Namun, identitas kita yang luar biasa ini seringkali dirusak oleh LABEL yang diberikan orang lain pada diri kita.

Kamu nggak bisa! Nggak mungkin kamu bertahan! Kamu bodoh! Kamu berbeda! Kamu nggak punya masa depan! Kamu anak yang kacau! Kamu nggak akan bisa begini begitu ini dan itu… silakan tambahkan sendiri daftar yang mungkin pernah kamu terima atau kamu katakan pada orang di sekitarmu.

Abaikan kata-kata di atas!

For now, i wanna tell you that we’re precious.

Jangan pernah rusak gambar diri kamu, identitas kamu, bahkan masa depan kamu hanya karena apa kata orang.

Beberapa saat mengikuti chapel, teman yang lain kemudian bercerita tentang seorang anak berusia 25 tahun yang mengalami pelecehan seksual sejak ia kecil. Awalnya ini hal ini hanyalah kesalahpahaman di keluarganya, namun kabar ini pun menyebar dengan cepat karena ia tinggal di sebuah daerah yang kecil. Ia pun menjadi bahan bully oleh teman-teman di sekitarnya dan berujung pada pemerkosaan yang sebenarnya yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga anak ini.

Sejak saat itu, ia pun kehilangan jati dirinya.

Akibatnya, setiap kali ia menjalin hubungan ia merelakan dirinya menjadi pelampiasan yang katanya cinta. PSK, inilah kata yang selalu ada di kepalanya. Beberapa kali menjalin hubungan ia selalu melakukan hubungan seksual karena yang ia tahu ia adalah seorang PSK.

Dari luar, anak ini terlihat kuat dan tegar. Ia bahkan rajin melakukan pelayanan di tempat ibadah. Tetapi, rantai ini tak pernah lepas darinya. Dia tersiksa. Jika hal ini tidak diselesaikan, bisakah kalian bayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya? Pada masa depannya? Pada anaknya kelak? Yaa… ini akan menjadi satu lingkaran yang tak akan pernah putus. Ia akan melampiaskan rasa amarahnya, rasa kecewanya pada generasi selanjutnya, dan seterusnya.

Kamu yang membaca tulisan ini bisa jadi adalah korban atau pelaku dari kegiatan “Penghilangan Identitas” ini. Yuk, bantu dirimu sendiri dan orang-orang di luar sana dengan tidak sembarangan memberikan LABEL.

Saya menulis hal ini karena saya pernah mengalaminya dan saya pun berhasil lepas dari LABEL yang selama ini dikatakan orang pada saya. Saya adalah korban dan saya berhasil melewati hal ini. Kalau saya berhasil, kenapa kamu tidak?

First of all, hal yang bisa kamu lakukan adalah mengakui semua kesalahan yang sudah kamu lakukan akibat pemberian label yang orang lain lakukan. Apapun itu, sebutkan satu-satu di hadapan Tuhanmu.

Second, MAAFKAN DIRIMU SENDIRI. Ini perlu kamu lakukan sebelum kamu menjalani proses memaafkan orang lain. Ini yang saya lakukan. Ketika saya tahu saya bersalah, saya mengakui apa yang pernah saya lakukan, saya kemudian memaafkan diri saya dan kembali menyadari bahwa saya adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa.

GUE UNIK DAN GUE BLUE PRINTNYA TUHAN!

I praise you because I am fearfully and wonderfully made;
your works are wonderful, I know that full well. – Psalm 139:14 (NIV)

Next, bangun kembali hubungan yang sudah jauh dengan penciptamu, sadari bahwa kamu adalah ciptaan Dia yang jelas diciptakan INDAH dan LUAR BIASA. Kembali belajar mencintai dirimu dan penciptamu.

Margaret Maxwell, istri dari John Maxwell seorang motivator terkenal berkata, “Tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.”

Ingat, hati dan kebahagiaanmu akan terpenuhi secara utuh kalau kamu dekat-dekat dengan sumbernya. Teman, sahabat, pacar, bahkan orang tuamu sekalipun nggak akan pernah bisa memberikan kamu kebahagiaan yang utuh karena mereka pun seorang manusia.

Temukan kembali identitasmu yang hilang karena kita adalah ciptaan Tuhan yang indah dan diciptakan untuk menyebarkan keindahanNya.

 

 

Xox,

Ninta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s