Hyeong!

my_annoying_brother-p1

Hyeong! (My Annoying Brother)

Belajar itu bisa dari mana saja, bahkan dari film Korea.

Judulnya Hyeong! – My Annoying Brother. Film ini sebenarnya bergenre komedi, tapi entah sihir apa yang dipakai sutradaranya menjadikan film ini benar-benar mengena di hati. Dalam film ini diceritakan Go Doo Sik yang diperankan Jo Jung Suk merupakan seorang penipu yang telah masuk penjara untuk beberapa lama. Ia akhirnya mendapatkan keterangan bebas bersyarat karena berhasil menipu petugas dengan alasan ia harus merawat adiknya, Go Doo Young yang diperankan oleh EXO member, D.O.

Go Doo Young sebelumnya adalah seorang atlet nasional Korea yang karena kecelakaan saat bertanding harus kehilangan penglihatan seumur hidup. Sejak saat itu ia mengalami depresi dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Selama kakaknya tidak di sampingnya, ia sesekali dirawat oleh pelatih judonya yang diperankan Park Shin Hye sebagai Lee Soo Hyun.

Apa yang menarik dalam film ini? Nilai kehidupan apa, sih, yang bisa diambil selain menikmati akting dari dua aktor tampan ini?

Begini, dalam sebuah scene Go Doo Sik yang ingin adiknya kembali menikmati dunia luar akhirnya membawa Go Doo Young berjalan-jalan ke sebuah mal untuk berbelanja baju baru. Saat di toko, Go Doo Young yang buta ditabrak oleh seorang ahjussi (om-om) dan hal ini berujung pada perkelahian antara Go Doo Sik dan ahjussi itu. Karena mengalami cedera, akhirnya mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit sampai melakukan pemeriksaan MRI.

Awalnya, ini adalah adegan penipuan untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi, tak lama pihak rumah sakit kembali memanggil Go Doo Sik untuk menyampaikan hasil pemeriksaan yang menyatakan ia menderita kanker pankreas. Di saat yang bersamaan, pelatih judo Go Doo Young sedang membujuknya untuk kembali berlatih dan bertanding namun untuk atlet disabilitas. Tetapi, karena malu dan depresi, ia terus menolak.

Tak ingin adiknya gagal kedua kalinya dan menyadari waktu hidupnya tak lama lagi, Go Doo Sik pun membujuk Goo Do Young untuk kembali berlatih dan bertanding. Sebagai perjanjian, Go Doo Young akan ditanggung dan dirawat oleh pelatihnya dan negara.

Secara pribadi sempat berpikir, jika saya menjadi Go Doo Sik, saya juga akan sangat marah. Kenapa baru saja keluar penjara, baru saja bisa hidup bebas, baru kembali memperbaiki hubungan dengan adik, justru harus menghadapi penyakit seperti ini dan hanya memiliki waktu hidup selama 3 bulan.

Faktanya:

  1. Selama Go Doo Sik kabur dari rumah, ternyata kedua orang tuanya sangat mengharapkan ia kembali. Tapi, hal ini merupakan hal yang justru menyiksa Go Doo Young karena ia akhirnya tidak bisa pergi ke pemandian karena kedua orang tuanya hanya mau ke sana jika Go Doo Sik ada. Goo Do Sik yang baru tahu tentang hal ini pun merasa menyesal.
  2. Ternyata, mereka berdua adalah kakak adik tiri di mana konflik keluarga mereka tidak sesederhana itu.
  3. Go Doo Young sangat depresi bahkan “membusuk” di rumah, tetapi kehadiran kakaknya yang sangat mengganggu hidupnya tanpa disadari membawa senyumnya kembali dan membawa kepercayaan dirinya untuk kembali menjadi atlet. Hal ini karena Go Doo Sik selalu berkata ia tidak akan pernah meninggalkan Go Doo Young. Ia mengatakan bahwa ia adalah mata untuk Go Doo Young.
  4. Selama Go Doo Young berlatih dan bertanding, Go Doo Sik memperbaiki rumah mereka sehingga Go Doo Young tidak terluka saat berada di dalam rumah tanpa dirinya. Ia mengganti semua perabot rumah untuk menjaga keamanan adiknya.
  5. Go Doo Sik yang tidak pernah mau mengunjungi makam ayah ibunya, akhirnya datang dan mengadu tentang keadaannya. Ia pun berdamai dengan ayah dan ibunya.
  6. Go Doo Young memenangkan juara judo di Olimpiade Rio 2016 karena berjanji membawa emas untuk kakaknya.

Oke. Sampai saat ini sudah banyak adegan yang aku bocorkan. Sorry 😀

Kesimpulannya, this movie is really heart-warming and touching. Dalam hidup ini kita nggak pernah tahu sampai kapan kita hidup. Tetapi, saat kita hidup apakah kita memanfaatkan waktu kita dengan baik dengan menjadi dampak untuk sekitar kita atau justru menyia-nyiakannya?

Waktu terus berjalan, misi di dalam hidup kita pun harus diselesaikan. Ketika sudah selesai, maka kita pun akan kembali pada pencipta kita.

Go Doo Sik, walaupun ia mantan penipu dan masih memiliki niat jahat akhirnya berubah dan berusaha mengubah hidupnya untuk kehidupan adiknya di masa depan. Dia tidak lagi memikirkan diri sendiri. Dengan ‘kesombongan’nya, ia menumbuhkan kembali rasa percaya diri pada adiknya. Dia menyelesaikan dendamnya pada kedua orang tuanya. Ia pun bekerja sama dengan pelatih judo adiknya, bahkan memberi pekerjaan orang lain (scene ini rahasia).

Go Doo Young, yang tadinya terpuruk akhirnya berhasil bangkit kembali bahkan menjadi pemenang Olimpiade dunia. Ini semua karena sosok seorang kakak yang tanpa sengaja harus kembali hadir dalam kehidupannya. Yang tadinya putus asa karena jangankan untuk berlatih, berjalan dari dapur hingga ke kamar pun ia tidak bisa dan selalu jatuh atau tertabrak. Pada akhirnya, ia pun menjadi atlet unggulan untuk kelas disabilitas.

Lee Soo Hyun, tadinya memandang Go Doo Sik sebelah mata bahkan mengatakan hal yang tidak baik. Namun, ketika melihat bagaimana Go Doo Sik menyayangi Go Doo Young, ia pun berubah. Kalimat yang paling mengena adalah, “Untuk mendapatkan tangan Go Doo Young aku harus melepaskan semua yang ada di tanganku,”. Adegan ini merupakan pengorbanannya sebagai seorang pelatih.

Pendeta, penjual mie, tetangga. Perannya mungkin tidak menonjol, tetapi, ia pun mendapatkan dampak atas kehidupan singkat Go Doo Sik setelah keluar dari penjara. Ia memiliki hidup yang lebih baik dari sekadar pendeta gadungan.

Go Doo Sik mungkin hanya memiliki tiga bulan masa hidup setelah keluar dari penjara. Dia nggak sempurna. Masa lalunya buruk. Dia bisa saja menutup diri dan kabur meninggalkan adiknya, kalian juga bisa berpikir “Yah, namanya juga skenario…” Tapi, sekali lagi pikirkan sejenak, setiap manusia memiliki tujuan penciptaannya sendiri.

Mungkin, kita tidak berhasil dalam pekerjaannya, mungkin kita adalah orang yang tidak terpandang, tetapi berapa banyak orang yang berubah karena keberadaan kita adalah warisan yang paling berharga.

THE BEST LEGACY A MAN CAN LEAVE BEHIND IS THE PEOPLE WHOSE LIVES HE’S CHANGED – JR

Warisan terbaik seseorang dapat tinggalkan adalah berapa banyak orang yang hidupnya dia ubahkan – JR

Enjoy the OST MV here .

Xox,
Ninta.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s