Powerless Become Powerful

56fcd2593ee57fcbe638796a72d6138e

Pernahkah kalian berada di satu titik merasa benar-benar tidak mampu dan bahkan tidak layak untuk melakukan sebuah tanggung jawab?

Beberapa saat yang lalu, saya kembali diingatkan bagaimana ketika kita mengandalkan Dia yang memiliki kewenangan atas segalanya, tidak ada yang perlu kita takutkan. Cukup berkata “IYA, SAYA MAU.” maka Dia yang akan memampukan.

Ditunjuk menjadi salah satu yang bertugas untuk menjadi worship leader di meeting  persiapan kunjungan ke Lapas Anak Tangerang bersama komunitas SAHABAT MASA DEPAN jilid kedua, awalnya sempat merasa “Duh, jangan saya…”. Saya bisa bernyanyi dengan baik, tetapi menjadi worship leader  ini lain cerita.

Tetapi, entahlah. Hati saya hanya berkata “Oke.”

Menjelang giliran saya, saya pun mempersiapkan semuanya dengan baik. Bahkan, jauh-jauh hari saya sudah mengajukan dua lagu pilihan saya. Tidak muluk-muluk, saya membawakan lagu yang benar-benar familiar di semua usia dan berbahasa Indonesia. Tegang? Jelas!

Mendekati hari H, gitaris yang bertugas menyerahkan tugasnya ke gitaris yang lain karena dia harus konsentrasi ke pembagian materi di hari Jumat. Padahal, kita sudah cari kunci dan belajar perpindahannya. Memberikan kepada orang lain rasanya… ya, tapi bisa lah. Toh, keduanya sama-sama bisa main gitar. Seperti biasa, perubahan membuat saya goyang. Namun, kembali belajar untuk tetap percaya.

Satu hari sebelum hari H, saya mengajak semua teman di grup untuk berdoa, salah satunya mendoakan cuaca yang benar-benar tidak bersahabat. hujan lebat selalu datang di jam-jam di mana kami harus meeting. 

Tiba di hari Jumat, saya secara pribadi meminta padaNya. “Tuhan, jangan ujan dulu ya. Ninta mau meeting. Hmmm… ujannya nanti aja. Abis sampe di sana atau kalau udah pulang meeting. But, better after meeting, sih Tuhan.”

Percayalah, dialog ini didengarNya. Jumat itu tak setetes pun hujan turun. He’s so great! Perkataan kita punya kuasa, iman kita bahkan bisa menghentikan hujan. Padahal, pagi harinya sempat menerima laporan prakiraan cuaca kalau sore itu akan turun hujan. But, in the name of the powerful name, even rain stop pouring down. 

Ini juga yang terjadi saat Yosua mengatakan pada matahari untuk berhenti bergerak (Yosua 10: 12-13). Yang sebenarnya, bumi berotasi mengelilingi matahari, berarti bumi yang berhenti bergerak atau bergerak melambat hingga perang usai. This is great to know!

Kembali ke pergumulan worship leader. Menuju lokasi, tiba-tiba gitaris yang bertugas mengatakan bahwa di tempatnya seperti akan hujan, tapi saya cuma bisa bilang hari ini tidak akan hujan. Karena gitar yang akan dibawa juga adalah gitar temannya dan sampai jam 6 gitarnya belum diantarkan ke dia. Fix! Tidak ada gitar. Terbayang bagaimana sulitnya memimpin pujian tanpa musik.

Entah kenapa, hati ini tetap ingin ada tidak ada gitar tetap jalankan pujian dan penyembahan. Bagaimana tidak, hujan tidak turun dan terhindar dari macet, sudah jelas harus mengucap syukur. Gitar hanya media, yang penting hati. Salah satu yang membuat semakin tegang lagi adalah Jumat kemarin daftar yang datang banyak banget! Sedangkan, di minggu sebelumnya yang datang hanya beberapa orang. Sempat bertanya sama Tuhan, kenapa saya tidak bertugas saat orang-orangnya dikit. Sesuai kapasitas saja, begitu. Tapi, jawabNya, tidak.

Tiba saat untuk memulai ibadah, saya lari ke toilet sebentar, bukan kebelet atau apa. Saya ingin mempersiapkan hati saya, satu-satunya tempat yang memungkinkan dan paling nyaman untuk orang introvert  seperti saya adalah toilet. I told Him, “Lord, i can’t do this. There’s no music, there’s no power in me. But, please holy spirit come down to their heart through me. Let Your will be done. Let the glory is only for You. Let me finish this…”

FLUSH…

Amin.

Tiba-tiba sudah mau mulai, koordinator fasil bisikin saya, “Ninta, kamu nanti pimpin pujiannya di tengah ya!”

WHAT!!!!! I AM A CORNER PERSON. HOW COULD YOU TELL ME TO STAND IN THE CENTER OF THE CIRCLE?

Dengan sedikit mendesak, dia bilang kayak di Hillsong dan kalau kamu berdiri di tengah semua orang akan denger apa kata kamu.

God, apa lagi ini? 😦

Akhirnya, pelan-pelan maju ke tengah dan mengajak semua masuk dalam sesi doa & pujian penyembahan.

Selesai.

Pulang dari meeting, ketua sempat memberikan pujian. Ada teman yang juga mengirimkan pesan pribadi berkomentar hal yang sama. Hari ini, si ketua kembali berkomentar hal yang sama. Saya hanya bisa bilang semua karena Tuhan dan kemuliaan hanya untuk Dia. Karena memang benar, semua terjadi sesuai dengan apa yang aku minta. Tapi, poinnya bukan pada pujian yang ada.

Ini poinnya, insight  ini datang dan Bapa di surga kembali mengingatkan, “Dear my princess, let me handle everything, include your weaknesses.”

Seperti menjentikkan jari, kembali Tuhan membukakan pikiran saya bahwa apa yang saya anggap kelemahan dan kekurangan (tidak profesional memimpin pujian, tidak ada musik, tidak berani berdiri di tengah, dan segala kekurangan lainnya) dapat dijadikannya kekuatan dan berkat untuk orang lain jika kita benar-benar menyerahkan dan mengandalkan Dia.

Dia hanya butuh kita untuk berkata “Iya, saya mau.” dan semua akan Ia sediakan sesuai dengan rencanaNya.

Dalam kelemahanku, kuasaNya nyata. 2 Korintus 12:9

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku  bagimu , sebab justru dalam kelemahanlah  kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (TB)

Tetapi Tuhan menjawab, “Aku mengasihi engkau dan itu sudah cukup untukmu; sebab kuasa-Ku justru paling kuat kalau kau dalam keadaan lemah.” Itu sebabnya saya lebih senang membanggakan kelemahan-kelemahan saya, sebab apabila saya lemah, maka justru pada waktu itulah saya merasakan Kristus melindungi saya dengan kekuatan-Nya. (BIS)

I’m proud to be His child. I’m proud to be His little princess.

Xox,
Ninta.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s