Inside Out. Apa yang Dilakukan Emosi Dalam Benak Kita

Disney PIXAR kembali mengeluarkan film yang menurut saya luar biasa. And I know, i never regret and never too old to watch cartoon 🙂

Tulisan ini sesungguhnya bukanlah sebenar-benarnya review film. Saya kurang bisa menuliskannya. Tulisan ini adalah apa ada di dalam pikiran dan benak saya tentang film INSIDE OUT.

Sebelum benar-benar bermain bersama Joy, Sadness, Fear, Disgust and Anger kamu akan menikmati film pendek tentang tentang sebuah gunung yang mengharapkan pasangan karena semua makhluk yang tinggal di dalam dirinya sendiri berpasangan. Diceritakan singkat bagaimana seumur hidupnya si gunung laki-laki selalu bernyanyi tentang harapannya untuk memiliki pasangan. Tanpa ia tahu, jauh di bawah laut ada gunung perempuan yang selalu mengagumi lagu dan suaranya dan sangat ingin bertemu dengan si pelantun lagu indah tersebut. Si gunung laki-laki mulai tua dan hampir mati. Saat gunung perempuan berhasil muncul ke permukaan, gunung laki-laki perlahan justru tenggelam dan hampir mati. Cerita mereka, pada akhirnya berakhir bahagia dan lagu Lava Song juga easy listening dan benar-benar menghibur.

pixarMasuk ke bagian film utama, tokoh utama dari film ini adalah seorang gadis bernama Riley Andersen yang lahir di Minnesota. Dalam pikirannya tinggallah emosi. Yang pertama hadir adalah Joy, sebagai karakter emosi utama yang bertanggung jawab agar Riley tetap bahagia sejak ia kecil. Setelah Joy,  satu per satu emosi bermunculan. Sadness si emosi sedih yang selalu berulah,  Disgust emosi jijik yang menjaga Riley tetap aman dari racun dan juga “racun” sosial, Fear si penakut yang memastikan Riley tetap aman dan tak ketinggalan Anger yang selalu membuat hidup Riley tetap fair. Mereka hidup bersama di bawah kendali Joy.

Dalam setiap momen yang dilewati Riley sejak kecil, sampai ia berusia 11 tahun kala itu, terdapat CORE MEMORIES yang menjadi sumber dari 5 pulau yang membentuk kepribadian Riley. 5 pulau itu adalah Family Island, Friendship Island, Hockey Island, Honesty Island, and Goofball Island.

0B0N5w4hmXwowY1B4OWNvRmFrVWc

Suatu hari, ayah Riley dipindahkan ke San Francisco karena ayahnya mendapatkan pekerjaan yang baru. Konflik pun dimulai. Diawali dengan rumah yang tidak sehangat saat di Minnesota, truk barang yang nyasar sehingga barang-barang mereka terlambat sampai di rumah, orang tua yang mulai sibuk dengan urusan pekerjaan, sekolah baru, tim hoki baru (sebelumnya diceritakan bahwa Riley adalah atlet hoki di sekolahnya), teman baru yang kekinian yang sangat berbeda dengannya.

Hal ini diperburuk ketika Sadness merusak hari pertama Riley masuk ke sekolah. Padahal, Joy sudah memintanya untuk tidak meninggalkan lingkaran yang ia buat untuk Sadness. Sialnya, Sadness justru menyentuh CORE MEMORIES. Joy yang panik akhirnya membuat semua berantakan yang menyebabkan dia dan Sadness tersedot ke labirin Long Term Memories. Di sini Joy dan Sadness menyaksikan dari jauh bagaimana daerah yang jauh dari markas mereka. Di antara kebingungan, mereka bertemu Bing-Bong, teman khayalan Riley saat masih kecil. Bing-bong sendiri digambarkan terbuat dari cotton candy berwarna pink dengan belalai gajah, ekor kucing dan suara lumba-lumba. Benar-benar manis dan lucu a la anak-anak 🙂
Di sini, Bing-Bong membantu Joy dan Sadness untuk menemukan jalan pintas menuju markas mereka.

Di markas, tersisa Fear, Anger dan Disgust yang kebingungan bagaimana mengontrol Riley. Alhasil, Riley yang biasanya ceria berubah menjadi anak yang cepat marah. Bahkan, kontrol Anger yang berlebihan membuat satu per satu pulau dalam pikiran Riley runtuh bahkan Anger sempat memberikan ‘ide gila’ agar Riley kabur kembali ke Minnesota.

Untuk memperbaiki kondisi ini Joy, Sadness dan Bing-Bong berupaya mengembalikan CORE MEMORIES yang ikut terbawa Joy saat ia dan Sadness tersedot. Masalah justru semakin parah saat Joy justru terlihat egois dan pergi meninggalkan Sadness dan Bing-Bong. Sialnya, mesin penyedot menuju markas justru rusak dan menyebabkan ia terjatuh dan Bing-Bong justru ikut terbawa bersamanya menuju memory dump tempat segala memori akan musnah karena dilupakan dan tidak ada jalan lain yang bisa membawa mereka naik menuju labirin memori ingatan jangka panjang. Di dekat labirin, Sadness pun semakin bersedih dan merasa bersalah atas ulahnya.

INSIDE-OUT-13

Momen yang paling menyentuh adalah ketika Joy menangis di memory dump karena ia dan Bing-Bong merasa putus asa. Bagaimana bisa Joy menangis?  Hmm…
Di tempat ini Joy menemukan kunci untuk mendapatkan kembali kebahagiaan Riley justru datang saat Riley sedang sedih. So true, kadang kita lupa, kebahagiaan sesungguhnya justru bisa kita rasakan dari penghiburan di saat kita terpuruk.

Saya sendiri jatuh cinta dengan bagaimana film ini berhasil membuat saya berimajinasi bagaimana sesungguhnya pemetaan memori dan emosi dalam benak kita, manusia. Sedangkan, momen yang paling menyentuh adalah bagaimana Bing-Bong berusaha membawa Joy keluar dari memory dump untuk menyelamantkan emosi Riley. Almost crying (a lot). Ya, saat masa anak-anak beranjak remaja, perlahan khayalan masa kecil memudar dan akan menghilang. 😦

Film ini jujur berhasil memainkan emosi penontonnya.  Bagaimana saat melihat Joy yang positif kita pun bisa ikut emosi positif, walau sebenarnya sempat kesal dengan keegoisan Joy. Di sini juga kita bisa melihat bagaimana jika kita terus menerus memelihara Sadness yang ada di pikiran kita, maka kita akan selalu menyalahkan diri sendiri, tidak positif dan tidak bersemangat. Never ending gloomy.

Di akhir cerita kita bisa melihat bagaimana saat CORE MEMORIES antara Joy dan Sadness berkolaborasi dan hal itu justru lebih kuat dari apapun. Pulau-pulau  imajinasi Riley pun kembali terbangun dan kebahagiaan yang dihasilkan justru lebih bersinar.

Djenar Maesa Ayu, seorang penulis, sutradara dan produser film pun berkomentar, “Bukan sekadar raga. Tapi rasa, itulah yang menjadikan kita manusia.”

Agree!

Advertisements

2 thoughts on “Inside Out. Apa yang Dilakukan Emosi Dalam Benak Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s