Sedikit Tentang si Janda

Hari ini kotbahnya dari om A. R. Bernard. Dari panjang kotbahnya yang luar biasa dalam itu, aku dapet banget di bagian janda yang dibangkitkan kembali anaknya.

Di situ A. R. Bernard cerita tentang bagaimana status seorang perempuan di masa itu. Apalagi di dalam ayat ini diceritakan wanita ini adalah seorang janda, dan ditinggal anaknya meninggal. Maka si janda benar2 kehilangan proteksi sama sekali. Dari segi finansial, status sosial, kebergantungan akan kehidupannya. Maka hidupnya seperti tidak berharga lagi dan tak ada nilainya.

Ketika Tuhan akhirnya membangkitkan anaknya, bukan sekadar mujizat yang dapat dilihat.

Jika ditarik jauh ke belakang, Tuhan juga memikirkan segala aspek kehidupan si janda. Dengan membangkitkan anak si janda, Tuhan juga menjawab persoalan hidup si janda secara keseluruhan. Dengan membangkitkan dan menyerahkan kembali anak tsb pada janda itu, sama halnya dengan Tuhan mengembalikan seluruh kehidupan si janda. Semua aspek kehidupannya pun diperbaiki. Kembali dilengkapi.

Yang aku tangkep banget adalah ketika Tuhan kasi jawaban doa kita, dia nggak cuma memikirkan atau menjawab begitu saja doa2 tsb. Tapi, ia sudah benar2 mempertimbangkan segala hal yang kita butuhkan dan bagaimana setiap hal dalam hidup kita terkoneksi satu sama lain.

Makanya, ketika Tuhan jawab doa kita akan ada waktu yang dibutuhkan. Bukan karena Tuhan nggak bisa jawab saat itu juga, tapi karena Tuhan mempertimbangkan dan melihat setiap aspek dalam hidup kita. Kalau Tuhan jawab atau memberikan kita sesuatu, apakah hal tersebut dapat mengembalikan sebuah “kehidupan” dalam hidup kita.

Dan selain butuh waktu, Tuhan juga memberikan jawabannya melalui orang-orang yang dekat dengan kita. Yang ada di sekitar kita. Misal, kita bergumul tentang keluarga. Tuhan bisa aja langsung memulihkan keluarga kita, tapi Dia lebih mau kita banyak belajar dan mengalami sendiri pengalaman bersama Dia dalam pergumulan kita. Bisa jadi Tuhan jawab pergumulan ini dalam kurun waktu 10 tahun ke depan melalui pergumulan rumah tangga teman kita yang sudah lebih dulu berkeluarga. Melalui gereja atau teman kantor kita. Ketika kita mendapatkan jawabannya, secara tidak langsung dalam prosesnya Tuhan juga memperbaiki cara berpikir kita. Secara emosi kita jadi lebih matang. Kita juga bisa lebih menghargai keluarga dan waktu serta uang dan kesehatan. Banyak hal yang Tuhan perbaiki melalui sebuah doa yang terjawab.

That’s why, kita harus terus terkoneksi dengan Tuhan untk bisa benar-benar merasakan pengalaman ini dan mengkonfirmasi pengalaman spiritual kita bersama Dia. 😙

Lukas 7:11-17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s