Melepas Srikandi

Faizal Iskandar

IMG_1247

“Bagaimana rasanya ditinggalkan saat sedang cinta-cintanya?”

“Bagaimana rasanya melepaskan saat sedang sayang-sayangnya?”

Dua orang itu duduk berdampingan. Ale menyandarkan punggung ke sofa, Hani menyandarkan kepala ke bahu Ale. Dekat piano, persis di bawah poster Chet Baker, di sebelah jam kukuk besar yang jarumnya mati. Waktu sudah menjelang tengah malam. Mata keduanya tampak sayu. Di atas meja di depan mereka, dua gelas minuman sudah kosong.

“Kau ingin tahu rasanya melepaskan saat sedang sayang-sayangnya?” tegas Ale.

Hani mengangguk lemah.

***

Sebelum terlahir kembali, Srikandi adalah Amba. Perempuan cantik, kekasih seorang pria bernama Salwa. Tak ada kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan betapa cantiknya Amba, dan betapa beruntungnya Salwa yang bisa menaklukkan Amba..

Kecantikan Amba terkenal sampai ke pelosok negeri. Senyumannya memikat siapa pun. Tak terkecuali Bishma, pangeran dari Kerajaan Kurukshetra. Dan cinta Bishma tak bertepuk sebelah tangan. Amba ternyata juga mencintainya. Cinta yang begitu membutakan dan memabukkan. Yang bahkan membuatnya rela mengkhianati…

View original post 375 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s