Di Balik Toska dan Jingga

Ku pilih pakaian terbaikku hari ini karena kita janji untuk berjumpa.
Sedikit jingga dan hijau toska membuatku nampak manis.
Semoga warnanya tak membuatmu tergoda untuk mendapatkan isinya.
Aku, memang manis.
Tapi isi hatiku siapa tahu.
Tak manis lagi nantinya jika kau tahu bahwa di balik toska ada hitam belanga.
Jika tak ku bersihkan, apalah yang kau dapatkan?

Ku nyanyikan pelan suara hatiku.
Aku pastikan kau mendapatkan bagian paling bersih dari masa laluku.
Masa lalu semua punya, masa depan siapa tahu?
Aku ingin mencintaimu dengan segelas air hangat di tangan kananku.
Kala kau letih menjadi sebuah kelegaan tanpa ragu.

Sampai malam ku tunggu kabarmu.
Kau pernah bilang ingin melihat apa yang ku sembunyikan di balik bajuku.
Aku bilang, ukurannya terlalu besar.
Mendadak kau tersipu malu.
Ya, kau tahu hatiku besar untukmu.
Tapi, tahtanya hanya untuk Tuan penciptaku.

Malam berlalu.
Toska dan jingga kian luruh dalam ingatanku.
Aku kembali memilih berselimut hitam sedikit oranye.
Sebenarnya aku tak suka terlihat kelam.
Tetapi aku sedang berusaha meraih toska dan jingga ku kembali.
Tunggu aku, atau aku yang harus menunggumu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s