Demi Satu Dewi yang Lelah Bermimpi

Dinda,

Dia datang saat aku menikmati dunia. Menanti pagi berganti malam dan surya kembali menjelang.

Dinda,

Dia hilang kala aku memikirkan masa depan. Yang tak dapat dirangkai karena kuatnya santun pada ayah dan bunda.

Dinda,

Dia menemaniku tertawa walau candanya kadang tak selucu wajahnya. Tanpa harus berusaha, suara lembutnya saja sudah bisa menggelitik perutku.

Dinda,

Dia ingin menikah di usia dua tujuh. Tapi aku tak bisa memenuhi pintanya.

Dinda,

Mengapa dia terpaku saat aku menatap matanya?

Dinda,

Sebenarnya aku ingin mengatakan aku sayang padamu.

Dari aku, seorang Dewi yang sudah lelah bermimpi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s