Watch Your Mouth, Please!

Ada satu hal yang cukup gengges di kehidupan ini. Namanya “komentar”. Komentar ini, komentar itu, bajunya gini, kakinya begitu, bulu hidungnya begini, tangannya kayak itu, pahanya sebesar anu, anunya kecil, teteknya lebai, teteknya ilang sampe alis yang tak beraturan dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa dikomentarin.

Entah itu kita lihat langsung atau liat dari beberapa media sosial yang ada. Entah itu sengaja atau tidak sengaja. Nyatanya media sosial saat ini memang kerap dijadikan ajang untuk pamer diri. Mulai dari pamer barang-barang baru, pacar baru, suntik botox baru, beha baru, baru ketemu artis ini atau baru aja dirawat sama dokter ini itu.

Memamerkan atau menunjukkan hal-hal yang menurut kita baik nggak salah kok! Toh, itu adalah hak semua orang. Bahkan, hal ini nyatanya menguntungkan banyak pihak. Keuntungan yang didapatkan mulai dari dapet temen baru sampe punya gebetan atau mitra bisnis baru. Well, itu semua kalau dipandang dari sisi positif. Tetapi, sayangnya hal ini juga bisa menjadi hal yang menyebalkan bahkan berdampak buruk untuk banyak orang ketika postingan tersebut serta isi dari komentar-komentarnya penuh dengan sudut pandang yang miring. Negatif. Nyinyir. Dan dengan tujuan menjelek-jelekkan. Bahkan, itu menghilangkan unsur fun yang mungkin tercipta pada sebuah momen.

Biasanya kejadiannya seperti ini terjadi saat Anda sedang ada di forum besar, kemudian ada sesuatu yang dibagikan oleh salah seorang rekan, dan mulailah tawa dan komentar yang bersifat “tidak serius”, sayangnya, ada segelintir orang yang salah menanggapi serta mulai berkomentar sinis terhadap hal tersebut.  Ya, bumbu pemanis bernama “sinis”.

Suasana yang tadinya menyenangkan, seriously FUN! bisa saja berubah menjadi perang mulut jika hal itu kejadian.
Belum lagi ada orang-orang lain yang berkomentar di belakang Anda setelah forum itu berakhir. Yaiks! Rusaklah suasana.

Mungkin, ada beberapa orang yang peduli dan beberapa orang lagi mungkin cukup pengertian dengan hal tersebut dan menganggap “Ah, itu sih wajar dilakukan,”. “Ah, dia sih biasa seperti itu,”. “Ah, itu sih karena bukan gengnya dia, kalau itu gengnya pasti dia akan baik-baik saja,”.

Lalu, satu lagi bumbu yang tak boleh ketinggalan saat berkomentar adalah mengajak teman lain berkomentar dengan kalimat meyakinkan, “Ya, kan?” atau “Eh, kalo gitu berarti mereka begini nggak sih, bener kan?” and bla bla bla. Setelah mendapat anggukan atau seruan, “Ya,” mereka pun akan semakin “Tuh, apa juga gue bilang.”

Don’t know lah ya, apa maksud dan tujuan dari orang-orang seperti ini. But, should you? Atau memang hidup kurang berbumbu tanpa ritual ini?
Pernah membayangkan jika komentar seperti ini, didengar, disambungkan, ditambah-tambahkan hanya akan menimbulkan perpecahan. Yang adem ayem bisa pecah, yang retak makin patah, yang patah makin hancur. See?

Bohong kalau saya tidak pernah terlibat dalam hal-hal seperti ini. Tetapi, entah bagaimana saya lebih bersyukur saat berada di lingkungan yang selalu menjauhkan diri dari hal-hal seperti ini atau malah justeru mengubahnya menjadi lelucon tanpa maksud untuk mencerca atau menyakiti orang lain. Benar-benar menertawakan diri sendiri.

For your information, pada dasarnya memang wanita mudah tersulut api. Apalagi kaum hawa sangat sangat sangat memperhatikan apa kata orang lain. Seperti yang dilakukan oleh beberapa artis yang diketahui hobi nge-block karena merasa terganggu dengan komentar-komentar miring hatersnya. Ups! Haruskah diblock?
Ya, kembali lagi, setiap orang memiliki hak untuk memilih suatu tindakan. Punya hak untuk memilih apa yang akan ia  bicarakan. Dan punya hak untuk memilih bagaimana ia menentukan pikiran. Semua bebas memilih.

Tetapi, hati-hati terhadap pilihanmu. Pilihanmu akan menentukan langkahmu selanjutnya.
Bahkan, bibir yang tipis dapat menimbulkan luka sedalam goresan belati.
Dan perang saudara dapat tercipta hanya karena sebuah kata.

So, Watch Your Mouth, Please!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s