Jadi, Begini Maksudku..

Malam itu aku gelisah sekali. Setelah mendengar kabar berita yang disampaikan oleh pastor yang mengatakan dan kembali membukakan ambisiku akan dunia impianku. Katanya, semua manusia memiliki tujuan hidup. Katanya, semua orang punya misi sama seperti mereka yang menjadi pahlawan dalam sebuah film kartun. Toh nyatanya kehidupan ini benar bagai sandiwara.

Secara tidak langsung, tujuan hidup yang dititipkan itu adalah hal-hal yang ditujukan untuk menjadi sebuah pencapaian di dalam hidup setiap orang. Ada yang menjadi pelukis dan membawa berkat. Ada yang menjadi musisi dan membawa berkat. Ada yang menjadi tukang sapu jalanan bahkan tukang parkir namun mereka tetap menjadi berkat. Bahkan, seorang anak yang masih berusia satu minggu dan harus kembali padaNya ia titipkan sebuah misi yang dapat mengubah banyak orang.

Aku gelisah cepat-cepat ingin mengerjakannya. Ini mimpi. Ini mimpiku. Aku tak tenang dan tak bisa memejamkan mata karenanya. Lalu, aku bingung apa yang pertama kali harus aku kerjakan. Lalu, aku mencoba menenangkan diri, mencoba untuk tidak menggebu-gebu dan lantas aku menutup mataku. Aku berdoa.

“Tuhan…”, kataku membuka pembicaraan setiap malam yang biasanya aku lakukan bersamaNya. Dia pernah bilang padaku untuk mencari seseorang yang dapat membantu hidupku menjadi lebih baik lagi. Seorang teman kerja adalah dia yang dipakai untuk membuka jalan bagi setiap visi misi kehidupanmu. Dia bilang aku akan menemukannya dalam sosok seseorang. Mungkin kalian tak percaya kalau aku bisa berbicara padaNya. Kenyataannya, aku bertanya dan dalam waktu singkat aku menemukan jawabnya.

“Tuhan, siapa dia?”, aku melanjutkan pembicaraan sambil menutup mata dan berkonsentrasi agar aku bisa tidur. Tiba-tiba, nama mu muncul. Entahlah, percaya atau tidak namamu yang muncul.

Aku tidak tahu apa maksudnya. Tetapi, saat aku bertanya siapa, Tuhan akan menjawab sebuah nama dan aku harus mendoakan orang itu. Tak mau besar kepala kalau nama mu yang muncul berarti kau lah jawabnya. Tetapi, terkadang Dia menaruh sebuah nama di hatiku agar aku mendoakan orang ini. Mungkin, nama ini butuh dukungan. Butuh apresiasi. Butuh sesuatu yang secara tidak langsung menjadi sebuah inspirasi. Butuh di doakan.

Tak banyak yang aku lakukan. Akhirnya, malam itu juga ku hubungi kau dengan pesan bahwa tiba-tiba aku mengingatmu. Padahal, itu sudah lama sejak pertemuan terakhir kita. Jadi, apa kabarmu hari ini? Begitu saja, maksudku selama ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s