Menutup 2018

Hai,

It’s been a long time since my last story. Dan sebentar lagi sudah mau menutup tahun 2018. Dan… Rasanya, tahun ini gagal lagi melaksanakan apa yang biasanya disebut resolusi.

Resolusi apa itu? Resolusi membaca dan menulis lebih banyak. Kenapa? Karena memang sadar diri kalau terlalu sibuk dan lebih memilih untuk “me time” dengan mematikan lampu, mendengarkan musik, atau sekadar menonton drama.

Tanpa sadar, waktu memang berjalan sangat cepat. 24 jam satu hari itu memang selalu nggak pernah cukup untuk semua orang. Tapi, mau nggak mau semua kembali lagi pada bagaimana kita mengatur dan memanfaatkannya.

Masih seperti di tahun lalu, tahun ini cukup menjadi tahun yang berat untuk aku pribadi. Rasanya, Tuhan nggak pernah berhenti menempa anaknya yang satu ini. Level demi level benar-benar terasa sedang diuji. Dan tetap sama, sebagai manusia di awal selalu merasa “Why you did this to me, God?” Dan lupa dengan pertanyaan “What you would do through me, God?” Kamu juga seperti itu? Hmm… Wajar. Tapi, yang harus diingat adalah jangan kelamaan nanyain Why, cepat-cepat tanya What-nya.

Advertisements

Being rude is normal

Being not oke is normal

Being upset is normal

But, don’t let the world know what is it on your mind or they’ll far from good

Kata orang, cinta datang karena terbiasa.

Dia datang, dengan biasa-biasa.

Biasa membantu.

Biasa terlihat.

Biasa menyapa.

Biasa mengganggu.

Dan nyatanya aku tau dia biasa. Tak ada yang spesial.

Dia, aku tak mengharapkan dia.

Aku cuma suka tertawa.

Dan dia biasa melihat ku ada.

Dia biasa ku sapa.

Dia biasa melihatku tertawa.

Dia biasa melihatku membantu.

Lalu, dia ada.

Dulu, aku kira aku biasa. Dengannya, aku jadi tak biasa.

Dulu, aku kira aku sosok yang keras. Nyatanya, aku tak sekeras itu.

Dulu, aku kira aku orang yang harus dikabari. Nyatanya, aku biasa tanpa kabar.

Dulu, aku kira aku harus selalu dipuji. Nyatanya, aku aman tanpa pujian.

Dulu, aku kira aku pencemburu. Tapi, ini dari dulu memang tak perlu.

Dia membuatku aman. Aman tanpa harapan.

What a Complicated Life! But, It’s Still a Beautiful Life

30th-birthday-ideas-lg

Source: brit.co

Hai, dear! First of all, I wanna say thank you very much for every prayer and love you gave to me today. 🙂

I know it’s been a long time i’m not post something on my blog. I have… literally passed the hardest time in my life. Last year, I lost my father. It happened when i’m not really well, after the biggest rock bottom ever in my 30 years life. Then, some struggle coming in and out. And I started to busying myself. Try to figure everything. Caught in an insomnia moment for months. Try hard to feel that everything is going alright but broken with my life. Felt my 2018 is sucks and wasted. Poor me. 😀

But, well… Am still alive now. 🙂

And as you know, today is my birthday, my 30th birthday. MY 30TH BIRTHDAY, Oh! What a number. Can you imagine what I feel right now?

When you’re teenager, turning 20 feels like an amazing moment! You can do a lot of things freely. You plan this and that, passionately. You go here and there. But, when it’s going to 30… You’d better handle that mix feelings, dear.

Ohhh!!!

The mix feeling start since early March. I’ve thought a lot about my life after I sent my birthday wishes to my friend. She told me, “Semoga umur 20an ku cukup bermanfaat ya di mata Tuhan (kayak kamu). Hahaha”

I’m freezing.

This statement, this to the point statement, makes me numb!

Then, every night and day until now, I still thinking about it. Am I? How useful my life until now? Have I enlarged my capacity? Have I tried to equip myself well? Have I did something good? Have I… Have I… Have I… ?

Hmmm… I can tell you that this question haunted me. If you  are 30s too, you would understand.

Well… last night, I spent 30 minutes praying. Usually, I’ve never praying like that before. But, because of it’s my time turning 30, I pray a lot. I thanking God for everything. Ask blessing for everyone I love. And give my 30 proposal to God.

Well, for your information only, i was born in special family. But, grace of God save me.

How come I told you that I am saved by His grace? Because, I’m still alive right now and I’m growing up to be a mature person.

It’s been a long journey through hard and easy times with God, tho. When it happened, He mold me. He take care of me. He teach me. He promise me that He will never ever leave me. He never abandon me. He loves me.

It makes me secure. It makes me secure. It makes me secure. How can i’m not feel blessed.

But, I also remember how I disappointing Him. How stubborn I am. How egoist I am. How hard I am. How my concern sometimes makes me down and makes me forget about His promise in my life?

*sigh* I’m still human. But, now I want to learn more to trust in Him and changing to be a better person more and more.

Alright, I would like to tell you about what’s my concern right now. Openly. It’s about relationship. Another thing is my job. Why? Because, both things are very crucial in my age, right now. Meeh…

It’s not like I want to be a bride sooner, but how I can manage a good relationship for further. I want to know and love myself more. I want to be a better person for me first. I want to have a settle job.

Ah… By the way, few days before my birthday I always hit this verses.

 

John 15:7-8 New International Version (NIV)

If you remain in me and my words remain in you, ask whatever you wish, and it will be done for you. This is to my Father’s glory, that you bear much fruit, showing yourselves to be my disciples.

John 15:16 New International Version (NIV)

You did not choose me, but I chose you and appointed you so that you might go and bear fruit—fruit that will last—and so that whatever you ask in my name the Father will give you.

 

Beautiful verses, isn’t it? I keep read this verses. And I think, God wants to say that i can ask anything (He remind me a lot!) with my faith as long as its aligned with God’s will. My life should be a fruitful life. I’m chosen. I am still loved  (after all this waving heart), and I should pray about my every bucket list without a waving heart. 🙂

He’s so good to me. He’s been so so so good!

Anyway, I foud a thoughtful song when I play a list last night.
Its from Hillsong Worship – New Wine.

VERSE 1:
In the crushing
In the pressing
You are making new wine
In the soil I now surrender
You are breaking new ground

So I yield to You and to Your careful hand
When I trust You I don’t need to understand

Make me Your vessel
Make me an offering
Make me whatever You want me to be
I came here with nothing
But all You have given me
Jesus bring new wine out of me

VERSE 2:
In the crushing
In the pressing
You are making new wine
In the soil I now surrender
You are breaking new ground

BRIDGE:
Where there is new wine
There is new power
There is new freedom
The Kingdom is here
I lay down my old flames
To carry Your new fire today

I cry a lot while praying and listening to this song. And yes, I’m His seed and when God wants to make a new wine from me, there is new power, new freedom, and it means my life is a fruitful life. 🙂

So, happy 30th Ninta. You did well! It’s a bit messy life, but still beautiful to lived.

Your life, maybe its a tough one. But, you will never know how many people inspired by you, find a new hope from your failure, decide to keep moving on with God because of your smile. Himneseyo, ulri aegi! Cheers.

Your best partner,

Yourself.

30th-birthday-invitations

Source: newbirthdaycard.com

He Never Leave Us

Pernah nggak sih ngebayangin gimana rasanya berjalan di jalan setapak, di antara semak belukar yang berduri, yang berwarna hitam pekat, nggak ada cahaya, dan kamu berjalan sendirian? It sounds creepy. But, I have feel it.

Beberapa waktu lalu saya terus mengalami pergumulan demi pergumulan yang jujur membuat saya sempat merasa sangat lelah. Perasaan ini bahkan membuat saya berpikir bagaimana kehidupan setelah kematian? Bagaimana saya mengatasi suatu hal ketika saya sudah benar-benar nggak mau lagi berurusan sama hal tersebut?

Saya kerap mengalami sulit tidur karena rasa kesal pada diri sendiri (dan orang lain) yang saya miliki, rasa nggak mampu lagi percaya sama orang lain, rasa di mana saya nggak mau ketemu dan berurusan sama siapa-siapa lagi.

Suatu malam, saat saya sulit tidur dan mengalami delusi, saya merasa saya makin sulit bernapas, saya ingin menutup mata namun takut jika saja saya nggak akan bangun lagi. Setengah nyawa, saya melihat suasana kamar saya berubah. Dinding yang biasanya gelap, semua mendadak terang bagai dicat putih.

Sisi kanan, kiri, depan, belakang. Nggak ada bayangan ventilasi. Nggak ada bayangan lemari. Sampai-sampai saya merasa saya harus tampar diri saya supaya saya kembali sadar.

Alhasil, setelah menggelengkan kepala beberapa kali, saya mulai melihat kembali bentuk kamar saya. Am scared about that. I know, too much burden and traumatic can cause anything. And I feel it at that time.

Hmmh…

Kira-kira begitulah “semak belukar” yang saya alami. It makes me so down. I feel like I can’t trust nobody. I just feel that only God knows me. Tapi, walau demikian aku seakan berjalan tanpa harapan.

Beralih sedikit ke cerita lain, aku baru saja melakukan rock climbing. Dan ini adalah salah satu bucketlist dalam hidupku. Dulu, sebenarnya bungee jumping adalah keinginan utama. Tapi, rasanya nggak mampu jadi aku memilih untuk mencoba olahraga ekstrem yang lain.

Gunung yang aku panjat ini adalah Gunung Parang, Purwakarta. Ini adalah gunung dengan via ferrata tertinggi se-Asia Tenggara. Memang aku nggak manjat sampai puncak. Tapi, aku berhasil mengalahkan diriku sendiri di ketinggian 350M. And I proud of my self.

Lalu, apa hubungannya dengan cerita sebelumnya?

Setiap kita di dunia ini memiliki gunung atau lembah sendiri dan seringkali kita melihatnya sebagai sebuah hal yang menakutkan. Hal yang nggak bisa kita taklukkan. Kita melihatnya sebagai sebuah kegelapan yang pekat dan ketinggian yang menembus langit. Impossible banget lah rasanya.

Ditambah lagi, seringkali kita berteriak, “God, I can’t do this! I can’t do this anymore.” Then we’re crying. Peeps, I wanna ask you something.

Seberapa cepat kita meminta tolong sama Tuhan, curhat sama Tuhan ketika kita menghadapi kegelapan atau ketinggian yang menjadi masalah kita tersebut? Saat itu juga? Atau kita justru langsung mencari our gadget to update our status. Atau kita justru langsung panik menelpon atau menghubungi teman-teman kita untuk meminta tolong supaya mereka mendengar apa yang ingin kita sampaikan?

That fast!

Kita nggak terbiasa untuk langsung memanggil Dia sang penyelamat dan pelindung kita. Kita akan berlari sangat cepat untuk dunia. Padahal, kita tahu kemana kita harus mencari pertolongan pertama.

Now, i realize about that.

Kita nggak sebegitunya mengandalkan Dia. Kita nggak sepenuhnya mau dipegang sama Dia. Kita berusaha mencari jalan duluan, sedikit sabar, dan merasa nggak mampu tanpa nanya atau ngomong dulu sama Bapa kita.

We’re affraid. We’re worry. But, we are not let God take control. Kita sibuk sama cara kita sendiri. I told you this cz I know what am talking about.

Setiap kali aku membayangkan lembah atau jalan setapak yang penuh semak belukar tadi, aku seakan menangis dan benar-benar nggak bisa melewatinya sendiri. Sampai suatu waktu aku kembali memutuskan untuk bilang sama Tuhan kalo aku nggak sanggup lagi. Aku butuh digendong.

You know, saat itu juga Tuhan nunjukin kalau dia itu nggak pernah ninggalin kita. Aku benar-benar melihat dia berjalan bersama-sama denganku, menggandeng tanganku, dan nggak ada satu pun bagian dari semak belukar itu yang menyakiti aku. Luka atau lecet itu ada, tapi Tuhan menggandeng aku melewatinya.

Sama seperti ketika aku mendaki gunung batu setinggi 350M itu. Awalnya, aku merasa itu pasti akan sulit untuk dijalani. Tapi, nyatanya saat aku sudah mulai melangkah setapak demi setapak, aku berhasil tiba di puncak. Setiap kali selalu menyemangati diri sendiri. Setiap kali selalu minta Tuhan tolong.

Lalu kenapa nggak melakukan hal yang sama dalam kehidupan? Toh, hasilnya Tuhan mampukan.

Perjalanan saya dan teman-teman mendaki gunung tersebut direkam oleh seorang teman. Setelah videonya jadi, kami melihatnya dan nggak percaya kalau kami mampu dan berhasil menaklukkan gunung setinggi itu dengan cara memanjat.

So, peeps… Saat ini, mungkin kamu dan aku sedang berada dalam kondisi yang penuh kalimat “Nggak mungkin. Ini sulit. Aku ingin berhenti.” Tapi, kalau kita tahu kita mengandalkan siapa, kalau kita mau menyerahkan kendali sama Dia, percaya penuh sama Dia, dan keep being nice, percayalah… Kita akan sampai di tempat seharusnya dengan bangga dan bahagia. Achieve! Achieve! Achieve!

Dan ketika melihat kembali ke belakang hasil “rekaman” perjalanan kita, kita bisa menyadari kalau sesuatu yang awalnya nggak mungkin itu jelas dan sangat mungkin untuk Tuhan.

Aku nggak bilang setelah menyerahkan semuanya maka dalam waktu cepat semua akan baik-baik saja. Tapi, Tuhan pastikan Dia nggak akan pernah ninggalin kamu di saat semua orang pergi bahkan nggak peduli sama kamu.

Dan pada akhirnya…

Aku melihat serta menitikkan air mata ketika menyembah dan mengadu pada Dia dengan sebuah lagu. Saat aku menutup mataku, aku jelas melihat Dia menggandeng tanganku erat, dan aku sangat kecil, dan kita berdua berjalan bersama-sama walau kepalaku masih tertunduk.

“Engkau ada bersamaku
Di s’tiap musim hidupku
Tak pernah Kau biarkan ku sendiri
Kekuatan di jiwaku
Adalah bersamaMu
Tak pernah ku ragukan kasihMu…
BersamaMu Bapa
Kulewati semua
PerkenanMu yang teguhkan hatiku
Engkau yang bertindak memberi pertolongan
AnugerahMu besar melimpah bagiku…”

#amjusthuman

Daughter

88e7f7cd59be225b6255b0773b4584f3

Source: Pinterest

Sometimes, i feel sucks to be a daughter

I don’t have any power to make it double

It’s hard to be a daughter

When am being in trouble

And knowing that i’m alone

But, you know…

Daughter can make a trouble if she can’t handle herself

Daughter…

I should handle this and that

Everyone just look at me like am good in everyway

They don’t know what happend inside

The wave, the burden, the joy, the brokeness, the power that i should gain everyday

To make a day just a good day

I smile

I pray

I try to handle this like always

And throw away my true feelings to be a good daughter

Sometimes, i want to lay down and hug and tell that my day is hard

But, daughter can be like that

Cheer up, daughter!

I wish i can be a gloomy daughter for a while.

#amjusthuman