Piyama Dan Anak Perempuan


Suatu hari di sebuah kota kecil, tinggallah seorang Anak Perempuan yang sangat mencintai ayahnya. Sang Ayah pun sangat mencintai gadis kecilnya.

Ayah selalu bekerja dengan jam yang tidak pasti. Setiap kali Ayah bertugas malam dan pulang larut, sang Anak sudah sengaja tidur di ruang tamu agar nantinya ia digendong ke kamar oleh sang Ayah. Hal ini menjadi sebuah kebiasaan untuknya.

Selain menggendong, Ayah juga memiliki kebiasaan untuk membawa makanan. Bihun goreng kecap kesukaan Ayah, akhirnya menjadi makanan favorit tengah malam si Anak Perempuan.

Selain menggendong, Ayah suka membangunkan Anak Perempuannya untuk ikut mencicipi makanan yang ia bawa. Ini menjadi momen paling menyenangkan untuk Ayah dan dia.

Di hari ulang tahunnya, Ayah memberikan kado spesial untuk Anak Perempuan. Ia memberikannya sebuah baju tidur berwarna biru dengan lengan yang panjang dan juga celana yang panjang. Alasannya sederhana, Anak Perempuan kerap digigit nyamuk dan menggaruknya hingga luka. Itulah mengapa Ayah memberikan semua yang serba panjang.

Baju tidur itu menjadi baju tidur favorit Anak Perempuan. Ia terus menggunakannya hingga baju tidur itu rusak dan berlubang.

Namun, itu adalah baju tidur pertama dan terakhirnya.

Tak lama setelah baju itu rusak, Ayah pergi meninggalkan dia. Dia pun tak peduli lagi pada baju tidur Anak Perempuan.

Dulu, jika Anak Perempuan sakit, baju Ayah dan pijatannya adalah pertolongan pertama. Namun, sejak ditinggalkan ia berusaha mengobati dirinya sendiri dengan pijatan Ibu.

Baju-baju Ayah satu persatu tidak ada di lemari lagi. Baunya pun sudah tak tercium lagi. Ya, aroma khas yang menjadi obat pelepas rindu Anak Perempuan.

Sejak saat itu, Anak Perempuan tak lagi memakai baju tidur. Ia memakai apa saja untuk tidur. Ya… Ia tahu, itu takkan pernah mengobati rindu pada ayahnya.

Tak akan ada yang bisa menggantikan gendongan Ayah saat itu. Tak akan ada yang bisa menggantikan ciuman Ayah pada dahi dan pipinya kala itu. Tak akan ada yang bisa menggantikan pelukan, pangkuan, dan nyanyian Ayah kala itu.

Hal yang paling dirindukannya dari Ayah adalah menemani Ayah berolah raga dan juga bernyanyi. Ya, Ayah adalah seorang penyanyi. Semua orang kenal Ayah dan tahu kalau Ayah adalah sosok yang pintar, ulet, cerdas, dan memiliki suara yang luar biasa. Ayah juga bisa memainkan gitar dan keyboard. Ayah sangat luar biasa.

Namun, Ayah pergi meninggalkan Anak Perempuan.

Dewasa sudah kini anak perempuannya. Ia sudah bisa membeli pakaian sendiri. Satu hal yang pasti ia cari adalah piyama.

Piyama dengan lengan panjang dan celana panjang. 

Ini akan selalu mengingatkan dia pada kasih sayang Ayah di masa kecilnya. Ia merasa aman dan nyaman ketika ia menggunakannya.

Kado yang paling indah untuknya, seumur hidup.

“I love you, Pa.”

Xox,

Kakak

Advertisements

The Girl On The Window

Once in a sunny day, there is a girl on the window.
That’s her favourite window.

From that window, the girl seeing people. That’s her favourite routine.

One day, someone knock on her window.

“What are you doing? Come and play with me!”

The girl just peeping from the window and hide behind the curtain.

“Come on.”

She still looking at the boy who knocked her window.

“I… I don’t know.”

She’s still hiding.

And the boy leave her alone.

The little girl regret it.

She’s sad.

Next day, she’s ready to play if the boy ask her to play with him.

She’s peeping out. There are so many people.

Knock. Knock.

“Hei, look at your bangs. It’s funny. What are you doing there? Come play with me!”

She’s prepare everything. Everything before she going to sleep last night. But, she’s still affraid.

The little girl really want to play. But, she’s affraid that the boy won’t like her.

So, the girl close the curtain. Again.

The next day, she open her window and let the boy playing with her. At her window. That’s her favourite corner.

They’re so happy.

Slow but sure the little girl open the window wider and wider.

Now, she’s smile to that boy. She’s happy.

The next week, they’re getting closer. The man come with some toys. The girl tell the boy how hard her day.

For the next month, they share their sandwiches. Her favourite jam and his favourite snacks.

Month passes, the girl throw the bricks around the window. She knows that the boy really enjoy playing with her, either she.

One brick, two bricks, until almost every bricks fall from the window.

The sun comes up. In the daylight, she’s very happy and want to share everything with the boy. She meets the unicorn in her dream.

But…

The moon show its face. The girl still open the window. She thought, maybe the boy is sick. Maybe, the boy just bored with her. Or maybe the boy just can’t come.

She waits.

“That’s oke. I’ll wait.”

The sun comes up. She’s looking the boy from the window. The boy comes up. She waves her hand with wide smile.

The boy just stare at her and run.

She’s confused. She’s sad.

The next day, she’s waiting again. The wall start to build.

“There you are, boy.”, She whispered. She waves her hand again.

The boy just stare at her, waving, and run through the window.

The wall getting higher.

The sun comes up. The girl still waiting at her window. She’s looking at the boy. He become far away from her. She waves her hand.

The boy not coming up. He stand still, right over there.

The little girl shows him his favourite snacks. But, the boy ignore it and just leave.

The little girl is very sad.

She packs her snacks. She feels so stupid. 

She build the wall with her bricks again. She close the curtain.

“It’s not easy to break the wall. It’s not easy to standing here without the curtain. It’s not easy to show my stupidity. But, at the end… The boy leave me alone…”

She said.

She’s sad.

#amjusthuman

Intense

There’s an ocean i could dive in
Call me to search what he hide behind that wide smile

There’s a light i couldn’t stand

Teasing me to find out what he bury in his heart

There’s a magnet that makes me always staring him

Moved my heart to make his happiness my priority

Those eyes, so intense

I know i will always love it…

#amjusthuman

I Meet You In The Crowd

Suddenly, we met

It’s not take a long time to realize that I have falling for you

Season changes

We move

I’m with somebody else, either you

Laugh and tears

Hate and love

But, we stand still

Our lips make a so so talk

But, our eyes talking more than I miss you

It says

“Am sorry… I have to go…”

It says

“I don’t mean it. I’m into you…”

It says

“I don’t want to hurt you…”

And we keep talking like that

In our mind and soul

Without everybody know

And suddenly, i’m thinking about “When will I see you again?”

#amjusthuman

Perspective

1996b730eb36cc14afebdef737b2465d-339332109.jpg

Pinterest

I call it one, you call it two

It makes me separate from you

I look around, you look above

It makes us turn on and off

I think it’s big, you think it’s small

It also can’t be judgemental

We can see, we can talk, we can walk

But, you choose to go away from the clock

You’re lovely, but you told me that you’re lonely

Ding dong ding

I am here all alone…

#amjusthuman